Jumat, 05 Jun 2020 17:37 WIB

Strategi Toyota di Masa Transisi, Kasih Diskon Besar?

M Luthfi Andika - detikOto
Salah satu diler mobil Toyota di Indonesia, Auto2000 meresmikan diler di kawasan bintang Jakarta, Jalan Sudirman. Diler ini boleh jadi merupakan yang termewah di Indonesia. Ilustrasi diler Toyota (Grandyos Zafna/detikoto)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tetapkan Juni 2020 menjadi masa transisi setelah masa kelam pandemi virus Corona. Lalu apakah strategi pemberian diskon kendaraan masih jitu untuk meningkatkan permintaan kendaraan pada masa transisi?

Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmy mengatakan Toyota menyambut baik masa transisi dan siap mengikuti arahan dari pemerintah. Namun bicara soal diskon kendaraan, Anton mengatakan hal tersebut merupakan hak dari masing-masing dealer.

"Pada masa transisi, Toyota akan menyesuaikan dengan kondisi termasuk arahan pemerintah atau protokol COVID-19. Misalnya showroom akan kembali buka (beroperasi) per tanggal 8 Juni 2020, namun yang paling utama bagi kami ialah yang keamanan dan kesehatan konsumen saat mengunjungi showroom," kata Anton.

Kedua, lanjut Anton, Toyota akan tetap menjalankan strategi yang saat ini sudah berjalan.

Salah satu diler mobil Toyota di Indonesia, Auto2000 meresmikan diler di kawasan bintang Jakarta, Jalan Sudirman. Diler ini boleh jadi merupakan yang termewah di Indonesia.Salah satu diler mobil Toyota di Indonesia, Auto2000 meresmikan diler di kawasan bintang Jakarta, Jalan Sudirman. Diler ini boleh jadi merupakan yang termewah di Indonesia. Foto: Grandyos Zafna

"Kedua, kami menjalankan strategi omni-channel (berbagai sumber). Saat pelanggan bisa menggunakan lebih dari satu channel penjualan seperti toko fisik, e-Commerce/internet, mobile (m-Commerce), social Commerce, dan lain lain untuk melakukan riset, membeli, mendapatkan dan mengembalikan atau menukar barang dari peritel, terlepas dari channel penjualan yang digunakan), artinya online dan offline yang sekarang berjalan berbarengan," terangnya lagi.

Soal Diskon mobil, Anton mengatakan saat ini konsumen butuh support dari berbagai sektor untuk bisa melakukan transaksi.

"Diskon? Apakah ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan pasar? Konsumen butuh support baik dari leasing, gift (hadiah-hadiah menarik) dan lain-lain. Itu akan tetap dijalankan (jadi strategi Toyota)," Anton mengatakan.

Meski demikian, Anton menyebut pemberian diskon bukan wewenang dari Agen Pemegang Merek (APM) yaitu PT Toyota Astra Motor (TAM). "Diskon ini ditetapkan oleh dealer," ujar Anton.

Diberitakan sebelumnya, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan sudah memulai kembali produksi mereka. Angka produksinya sudah mencapai 300 unit per hari.

"Kami sudah start untuk persiapan produksi, tanggal 2 Juni 2020 kami sudah mulai persiapan produksi dengan mengisi komponen-komponen untuk bisa memulai produksi," kata Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam kepada detikOto.

"Tanggal 5 Juni 2020 ini, kita harapkan produksi dengan kapasitas 30-50 persen atau sekitar 300 unitan per hari," Bob menambahkan.



Simak Video "Anies: Jakarta Masuk Masa Transisi Menuju Kota Aman Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com