Dampak pandemi virus Corona masih berlanjut. Sekarang Aston Martin yang mengatakan akan merumahkan 500 pekerja dari 2.600 pekerja demi bisa berhemat hingga 10 juta poundsterling.
Dikutip autocar, virus Corona mulai berdampak pada Aston Martin. Produsen mobil mewah asal Inggris mengatakan pemangkasan pekerja dilakukan demi peningkatan profitabilitas sejalan dengan penurunan tingkat produksi mobil sport. Dengan langkah ini, Aston Martin berharap bangkit setelah masa pandemi Corona.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Aston Martin mengatakan rencana strategis memerlukan riset mendasar, mencakup pengurangan pekerja untuk menyeimbangkan pasokan dengan permintaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Aston Martin akan meluncurkan proses konsultasi dengan karyawan dan serikat pekerja terkait pemutusan hubungan kerja, sebagai bagian dari serangkaian tindakan 'tegas' yang diambil untuk menurunkan biaya dan pengeluaran.
Sebagai catatan Aston Martin mencatat kerugian sebelum pajak sebesar 118,9 juta poundsterling dalam tiga bulan pertama 2020. Meski demikian perusahaan ini bersiap untuk meluncurkan SUV DBX tahun ini dan telah menunjuk mantan bos Mercedes-AMG Tobias Moers sebagai Chief Executive menggantikan Andy Palmer.
(lth/din)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun