Kamis, 23 Apr 2020 17:25 WIB

Alasan Tol Layang Japek Perlu Ditutup

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Suasana jalan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek II di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya berencana menutup jalan tol layang Jakarta-Cikampek II pada tanggal (24/4/2020) Jumat 00.00 WIB sebagai tindak lanjut larangan mudik yang telah diputuskan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc. Tol layang Jakarta-Cikampek akan ditutup. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Tol layang Jakarta-Cikampek (Japek) akan ditutup menyusul pengumuman larangan mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Kenapa harus ditutup?

Direktur Operasi Jasa Marga, Subakti Syukur, menegaskan tol layang Japek yang cuma dilewati mobil kecil dan mengangkut penumpang memang harus ditutup. Soalnya, kepolisian menggelar titik penyekatan pemudik di bawah tol layang.

"Saya jelaskan untuk Cikampek kan check point-nya di Cikarang Utama di KM 29, itu kan di bawah. Kemudian yang masuk Jakarta kan (check point-nya di) Karawang KM 47, itu juga di bawah. Sementara Japek Elevated itu kan di KM 9 sampai KM 48. Sehingga hari ini Korlantas memerintahkan Jasa Marga untuk menutup itu," jelas Subakti kepada detikOto, Kamis (23/4/2020).

Menurut Subakti, secara teknis tol layang Japek memang harus ditutup. Sebab, kalau tidak ditutup akan banyak kendaraan yang lolos penyekatan saat larangan mudik.

"Jadi bukan ditutup karena apa, tapi memang secara teknis harus ditutup. Toh hari ini sepi kok, dikurangi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang," sebut Subakti.

Menurutnya, kendaraan pribadi dan angkutan penumpang akan diminta putar balik. Sementara angkutan logistik, ambulans dan beberapa kendaraan yang dibolehkan tetap bisa melintas.

"Jadi kendaraan-kendaraan besar barang (logistik), itu nanti di daerah dekat penyekatan itu ada (sign) boleh ambil lajur yang kanan. Sedangkan kendaraan pribadi di kiri. Jadi kalau memang kendaraan pribadi itu bukan dinas langsung dibuang ke luar," kata Subakti.

Ia mencontohkan di Cikarang. Nantinya, kendaraan penumpang akan dibuang ke luar tol.

"Kalau mau balik lagi (ke Jakarta) bisa lewat arteri, atau bisa balik lagi mutar masuk tol lagi ke arah jakarta. Kalau mau balik masuk tol, keluar dulu Cikarang Barat kan ada putaran, balik arah nanti masuk tol lagi bisa. Jadi bukan diputarbalikkan di TKP atau di median, itu kan bahaya. Jadi dikeluarkan, nanti mau balik lagi Jakarta keluar tol dulu," ujar Subakti.



Simak Video "Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Japek"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com