Tambah Anjlok, Penjualan Mobil Dunia Diprediksi Turun 20% Lebih

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 21 Apr 2020 09:35 WIB
Ratusan mobil merk Toyota yang siap di ekspor berada di Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok,  Jakarta Utara, Rabu (5/9). Toyota Indonesia mencatat telah mengekspor total 1,38 juta unit kendaraan completely built up (CBU)‎ sejak mulai pengapalan Kijang generasi ketiga pada Agustus 1987 hingga Juli 2018.
Penjualan mobil global diprediksi akan tambah anjlok. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Prediksi penjualan mobil secara global semakin anjlok. Industri otomotif global diperkirakan akan mengalami penghentian permintaan mobil baru karena diserang pandemi virus Corona (COVID-19).

Sebelumnya, IHS Markit memperkirakan penjualan mobil secara global turun lebih dari 12% dari 89 juta unit pada 2019 menjadi 78,8 juta unit di tahun ini. Namun, prediksi terbaru dari LMC Automotive, seperti diberitakan Reuters, penjualan mobil secara global anjlok lebih dalam lagi, hingga lebih dari 20%.

"Produksi kendaraan global sekarang diprediksi akan turun lebih dari 20% menjadi sekitar 71 juta pada 2020 sebagai hasil dari pandemi COVID-19," sebut LMC Automotive.

Itu artinya akan terjadi penurunan tajam pada penjualan mobil tahun 2020. Tahun ini, diperkirakan penjualan mobil dunia berkurang 19 juta unit dibanding tahun lalu. Menurut LMC Autootive, proyeksi tersebut bisa anjlok lebih dalam lagi tergantung seberapa cepat pasar otomotif utama di dunia pulih dari situasi pandemi COVID-19.

Di Indonesia, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan mobil tahun ini turun hingga 40%. Target penjualan mobil yang semula bisa mencapai 1,1 juta unit tahun ini dikoreksi hingga hanya 600.000 unit.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto mengatakan, pukulan virus Corona terhadap industri otomotif sangat terasa mulai Maret terutama pekan ketiga dan keempat. Dia memprediksi, penjualan mobil pada bulan April dan beberapa bulan ke depan akan anjlok.

"Yang pasti April ke depan ini akan terjadi penurunan sangat signifikan. Disebutkan beberapa pabrik mengurangi jam kerjanya, mengurangi produksinya dan lain-lain. Memang masing-masing merek mempunyai alasan-alasan sendiri yang bisa kita mengerti tentunya, misalnya stok sudah cukup, misalnya bahan baku tidak tersedia karena supply," kata Jongkie beberapa waktu lalu.

Jika Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebanyak 600.000 unit, itu artinya penjualan mobil tahun 2020 bakal menyentuh angka terendah dalam 10 tahun terakhir. Mengulik data Gaikindo, penjualan otomotif di Indonesia mencapai sekitar 1 juta unit mulai tahun 2012 hingga 2019. Target penjualan mobil 2020 yang hanya 600.000 unit bahkan lebih rendah daripada pencapaian penjualan kendaraan pada 2010 yang mencapai 731.292 unit.

Beberapa pabrik mobil di Indonesia juga ditutup sementara. Aktivitas produksi dihentikan beberapa waktu karena mengikuti anjuran pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga kekurangan pasokan komponen kendaraan.

China, yang merupakan salah satu negara pertama yang terjangkit virus Corona dan menjadi pasar otomotif terbesar di dunia kini telah memulai kembali sebagian besar pabrik mobilnya. Kini, LMC Automotive memprediksi penurunan penjualan mobil di China hanya 12% tahun ini.



Simak Video "Satgas Ungkap Efek Libur Panjang Terhadap Kasus Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)