Jumat, 17 Apr 2020 11:25 WIB

Pabrikan Mobil Beralih Jualan Online saat Corona, Laku?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Ototest DFSK Glory 580 Jajaran mobil DFSK. Kini DFSK beralih berjualan secara online di tengah pandemi COVID-19. Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) ditambah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat dealer mobil terpaksa ditutup sementara. Beberapa merek otomotif memutar otak untuk tetap bisa menjual kendaraannya meski showroom tutup imbas PSBB. Salah satunya dengan memanfaatkan channel digital.

Pabrikan mobil asal China, DFSK, memilih proses penjualan kendaraan melalui saluran digital. Arviane D. Bahar, PR & Digital Manager DFSK, mengungkapkan saat ini beberapa dealer DFSK tidak menerima kunjungan konsumen yang ingin beli kendaraan karena mengikuti kebijakan PSBB.

Menurut Ane, untuk membantu penjualan mobilnya dan supaya konsumen lebih mudah menjangkau DFSK, pihaknya menghadirkan program penjualan secara online. DFSK menggandeng beberapa e-commerce untuk menjajakan jajaran mobilnya.

Menurut Digital Marketing Manager PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia), M. Angga Adhikresna, masyarakat Indonesia saat ini sudah terbiasa melakukan pembelian secara online.

"Mulai dari mencari informasi spesifikasi, harga, simulasi kredit sampai pemesanan kendaraan dengan memanfaatkan gadget mereka yang terkoneksi internet. DFSK mengikuti perkembangan ini semua dengan menyediakan layanan penjualan kendaraan secara online yang semuanya bisa diakses melalui ujung jari. Hal ini juga kami lakukan sebagai langkah mendukung pemerintah di masa pandemi untuk mengurangi aktivitas luar rumah, sehingga kami memberikan kemudahan bagi customer yang ingin melakukan pembelian dan test drive tanpa datang ke showroom," ujar Angga.

Seberapa ampuh jualan mobil secara online? Angga menyebut, dunia digital telah memberikan pengaruh yang cukup besar dalam hal penjualan DFSK.

"Kita lihat potensinya besar sekali untuk April ini. Kita kan event offline itu semua di-hold, terus IIMS (pameran Indonesia Internasional Motor Show), GIIAS (Surabaya) juga di-hold. Jadi akhirnya budgetnya diarahkan ke digital. Memang di dealer tidak ada aktivitas, atau dibatasi aktivitasnya. Karena konsumen tidak memiliki waktu, artinya dibatasi untuk mengunjungi dealer, akhirnya kita yang jemput bola dengan cara buat engagement melalui digital," kata Angga.

Angga belum bisa menyimpulkan seberapa besar hasil penjualan mobil yang dilakukan secara online di tengah pandemi virus Corona ini. Namun, sebelum Corona menyerang, melalui satu e-commerce saja, DFSK bisa menjual hingga lebih dari 10 unit mobil per bulan.

"Memang kita masih mempelajari market, kita nggak mau set up target. Kita baca market dulu. Kita pelajari dulu dan itu butuh proses. Jadi kita belum ada target, tapi so far sih oke kontribusinya," klaimnya.

Memang, permintaan mobil baru di tengah pandemi virus Corona ini sangat anjlok. Sebab, masyarakat akan memilih menyalurkan uangnya untuk kebutuhan pokok. Namun, paling tidak penjualan mobil secara online bisa membantu masyarakat yang tetap memilih membeli mobil tanpa harus datang ke dealer. Sebab, menurut Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugraha, jika pembelian kendaraan di masa pandemi virus Corona ini memang terpaksa dilakukan misalnya untuk menunjang bisnis, tentu bukan hal yang salah.



Simak Video "38 Daerah Berubah Status Jadi Zona Hijau, Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com