Selasa, 07 Apr 2020 21:25 WIB

Penjualan Mobil RI Diprediksi Terendah dalam 10 Tahun Terakhir

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Penjualan mobil di Indonesia pada kuartal-1 tahun 2013 tembus diangka 300.000 unit. Toyota tetap jadi produsen terlaris di Indonesia. Penjualan mobil 2020 diprediksi anjlok 40%. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Industri otomotif Indonesia diserang badai virus corona (COVID-19). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun mengoreksi target penjualan mobil tahun 2020 ini.

Koreksi targetnya tak tanggung-tanggung. Penjualan mobil tahun 2020 di Indonesia diprediksi turun hingga 40%.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto mengatakan, pukulan virus corona terhadap industri otomotif sangat terasa mulai Maret terutama pekan ketiga dan keempat. Dia memprediksi, penjualan mobil pada bulan April dan beberapa bulan ke depan akan anjlok.

"Yang pasti April ke depan ini akan terjadi penurunan sangat signifikan. Disebutkan beberapa pabrik mengurangi jam kerjanya, mengurangi produksinya dan lain-lain. Memang masing-masing merek mempunyai alasan-alasan sendiri yang bisa kita mengerti tentunya, misalnya stok sudah cukup, misalnya bahan baku tidak tersedia karena supply," kata Jongkie dalam sebuah wawancara dengan CNBC Indonesia.

Pada akhirnya, Gaikindo merevisi target penjualan mobil tahun 2020. Target penjualan mobil yang semula bisa mencapai 1,1 juta unit tahun ini dikoreksi hingga hanya 600.000 unit saja.

"Yang juga parah adalah April, Mei, Juni, bahkan Juli. Ini sangat tergantung tentunya kepada wabah virus corona ini sampai kapan ini akan berkelanjutan, ini yang sangat-sangat kami prihatin dan tentunya kami berdoa agar wabah ini bisa berlalu," ucap Jongkie.

Jika Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebanyak 600.000 unit, itu artinya penjualan mobil tahun 2020 bakal menyentuh angka terendah dalam 10 tahun terakhir. Mengulik data Gaikindo, penjualan otomotif di Indonesia mencapai sekitar 1 juta unit mulai tahun 2012 hingga 2019. Target penjualan mobil 2020 yang hanya 600.000 unit bahkan lebih rendah daripada pencapaian penjualan kendaraan pada 2010 yang mencapai 731.292 unit.

"Prediksi kita turunnya besar sekali. Kami berharap kalau wabah ini segera berakhir, maka tidak perlu dua tiga-bulan berikutnya anjloknya. Kalau segera berlalu maka cukup dua bulan setelah itu bisa rebound ke angka rata-rata (penjualan mobil) per bulannya, biasanya kita di 80.000-90.000 unit (per bulan)," sambungnya.

Kata Jongkie, efek domino virus corona besar sekali. Sebab, penjualan otomotif sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

"Perusahaan-perusahaan pembiayaan sekarang agak mengerem pemberian-pemberian kredit. Karena penjualan otomotif di Indonesia 70% di kredit. Kalau dari sektor pembiayaan mandek, atau terjadi gangguan pasti penjualan ktia akan turun. Itu yang terjadi pada hari-hari ini," katanya.



Simak Video "China Setuju Penyelidikan Internasional Asal Muasal Virus, Asal...."
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com