Kamis, 05 Mar 2020 11:09 WIB

Penjualan Mobil Terjun Bebas karena Virus Corona

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Wabah virus corona turut berdampak di sektor perekonomian China. Salah satu negara adidaya dunia itu kini berjuang untuk bertahan dari serangan virus tersebut. Penjualan mobil di China terjun bebas. Virus corona menjadi pemicunya. Foto: AP Photo
Jakarta -

Penjualan mobil di China mencatat penurunan terbesar. Virus corona membuat penjualan mobil di negeri Tirai Bambu itu terjun bebas.

Diberitakan Automotive News, virus corona membuat pembeli mobil menjauh. Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) mengatakan, penjualan mobil pada Februari 2020 turun 80%. Namun, CPCA tidak memberikan rincian angka penjualan lebih detail.

Penjualan harian rata-rata menjelang akhir bulan disebut sedikit membaik dibandingkan dengan tiga minggu pertama Februari 2020. Meski begitu, penjualan Februari akan menjadi penurunan penjualan paling curam tahun ini.

"Dealer kembali bekerja secara bertahap tiga minggu pertama Februari, traffic showroom mereka sangat rendah," kata CPCA.

Pabrikan otomotif asal Jepang, Toyota yang sudah melaporkan angka penjualan menunjukkan penurunan penjualan yang signifikan di China. Penjualan Toyota bulan Februari di China hanya 23.000 unit, itu termasuk merek Toyota dan Lexus. Angka itu disebut turun 70% dari periode yang sama tahun lalu.

Wabah virus corona telah melumpuhkan industri otomotif yang sedang berusaha untuk membangkitkan penjualan di China. Bahkan untuk menumbuhkan penjualan, diskon besar-besaran telah diberikan.

Dua kota di China yang sangat bergantung pada manufaktur otomotif akan mendapatkan insentif untuk mendongkrak penjualan mobil. Di selatan kota Guangzhou ada pabrik Toyota, Honda dan Nissan yang bekerja sama dengan partner Chinanya. Pemerintahan setempat berencana untuk memberikan subsidi dalam rangka mendorong orang untuk membeli mobil listrik.

Hunan Daily melansirkan bahwa kota Xiangtan yang dihuni 3 juta penduduk akan menawarkan uang tunai USD 429 atau sekitar Rp 6 juta untuk membeli Geely buatan lokal.

Volkswagen yang melakukan produksi melalui FAW mengumumkan bahwa mereka memberikan cash sebesar 2.000 yuan atau sekitar Rp 4 juta untuk pembelian mobil baru. Sedangkan untuk tukar tambah ada insentif tunai sebesar 3.000 yuan atau setara Rp 6 juta.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com