Sabtu, 08 Feb 2020 09:06 WIB

Penjualan Mobil di Seluruh Dunia Bakal Turun Gara-gara Virus Corona

Dina Rayanti - detikOto
This photo taken on February 3, 2020 shows medical staff members on their rounds at a quarantine zone in Wuhan, the epicentre of the new coronavirus outbreak, in Chinas central Hubei province. - The number of total infections in Chinas coronavirus outbreak has passed 20,400 nationwide with 3,235 new cases confirmed, the National Health Commission said on February 4. (Photo by STR / AFP) / China OUT Foto: STR / AFP
Jakarta -

China merupakan tempat yang menjanjikan bagi para produsen otomotif raksasa asal Jepang, Amerika hingga Eropa untuk berinvestasi. Banyak pabrikan yang membangun pabrik serta membangun kerja sama dengan perusahaan otomotif di China.

Pasar yang besar membuat produsen seperti Daimler, Volkswagen, General Motors, Renault, Honda, hingga Hyundai berlomba-lomba untuk memproduksi mobil di sana.

Saat pabrik tutup untuk merayakan Tahun Baru Imlek, industri otomotif China sudah berada di bawah tekanan karena menurunnya penjualan di tengah penghapusan insentif mobil listrik dan kondisi ekonomi melambat.

Namun adanya wabah virus Corona yang masih terus menyebar membuat penjualan mobil di China bahkan di seluruh dunia semakin terganggu. Deretan produsen otomotif besar itu pun turut merasakan imbasnya.

Pasalnya mereka diperintahkan untuk menutup pabrik terkait dengan penyebaran virus Corona.

"Kami berasumsi konsumen yang membeli mobil di diler akan berkurang untuk mengurangi risiko penularan," kata analis S&P Global Rating dikutip CNN, Jumat (7/2/2020).

"Perpanjangan waktu bagi produsen untuk menutup pabrik pun membuat keadaan makin sulit untuk industri keluar dari resesi," sebutnya.

Menurut S&P, wabah Corona memaksa para produsen otomotif di China untuk memangkas produksi sebesar 15% pada kuartal pertama.

Industri otomotif ikut terseret karena virus corona berasal dari kota Wuhan yang memiliki julukan sebagai 'Motor Cities'. GM, Nissan, Renault, Honda, dan Peugeot membangun pabrik besar di Wuhan namun harus tutup sejak akhir Januari saat virus Corona semakin menyebar.

"Situasi ini masih belum jelas," ujar CEO GM Mary Barra di hadapan para investor dalam sebuah presentasi.

GM sendiri telah melakukan kontak dengan otoritas kesehatan China guna memastikan rantai pasok tak terganggu.

Sementara itu pabrikan Jerman seperti Daimler dan Volkswagen menyebut akan tetap melanjutkan produksi beberapa model mobil di China pada hari Senin sembari memantau situasi dan kondisi setempat.

Volkswagen cukup menderita dengan adanya wabah virus Corona. VW memiliki 24 pabrik di Negeri Tirai Bambu itu. Volkswagen mengatakan proses produksi akan kembali dilanjutkan dan pengiriman mobil ke konsumen tak ikutan terdampak.

Situasi yang tak menentu di China ini, membuat para pabrikan harus bersiap lagi dengan kemungkinan terburuk. Di China, para produsen itu tak hanya membuat mobil melainkan juga suku cadangnya.

Sehingga apabila situasi semakin buruk, rantai pasok suku cadang mobil di seluruh dunia juga bakal merasakan dampaknya.



Simak Video "MUI: Salat Jumat Saja Boleh di Rumah, Apalagi Salat Id yang Sunnah"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com