Kamis, 02 Jan 2020 21:21 WIB

Mobil Listrik Nyetrum Saat Banjir?

Ridwan Arifin - detikOto
Colokan mobil listrik Foto: BMW
Jakarta - Memasuki musim penghujan, wilayah Jabodetabek dihantam banjir, tak jarang sering motor atau mobil bermesin bensin mogok di jalan. Bahkan saking kuatnya arus, mobil-mobil pun hanyut.

Bagaimana dengan mobil bertenaga listrik ya? bahkan muncul kekhawatiran saat terjadi banjir mobil listrik malah bisa nyetrum.

Seperti yang diketahui berkendara baik menggunakan mobil konvensional saat banjir memang tidak direkomendasikan. Hal ini juga dihimbau untuk penggunaan mobil listrik.



Bicara keselamatan, mengutip dari Express.co.uk, Kamis (2/1/2020) bahkan menyebut mobil listrik dinilai lebih aman saat dikendarai ketika banjir ketimbang mobil konvensional.

Dalam sebuah klip video, Jaguar I-Pace dengan mudahnya melibas jalan banjir. Perwakilan dari Jaguar mengatakan arsitektur listrik mobil benar-benar terisolasi dan penghuninya benar-benar aman dari kerusakan kendaraan atau jaringan listrik bahkan dalam dalam cuaca ekstrem. Umumnya listrik dan air tidak dapat digabungkan, namun tidak untuk mobil listrik.

"Tindakan pencegahan harus dilakukan oleh pengemudi, saat melewati genangan air di mobil apa pun," ujarnya seperti dikutip dari Express.


"Namun, EV tidak memiliki air intake, yang berarti sistem penggerak tidak terpengaruh saat tenggelam dalam air seperti mesin konvensional," katanya.

Ia menjelaskan sistem kelistrikan yang terdapat pada mobil berbeda dengan sistem kelistrikan pada rumah tangga atau gedung-gedung yang lainnya. Sehingga dibuat sedemikian rupa agar konsumen tetap aman.

Mobil listrik bahkan dibangun dengan fitur keselamatan dengan memutus aus listrik untuk menghindari korsleting.


Disebutkan dalam laman thedriven.io, apa yang terjadi jika EV rusak dan bagian dari listrik tegangan tinggi menjadi terbuka?

Dalam hal ini, serangkaian sistem keselamatan dan perlindungan akan muncul. Jika terjadi kecelakaan, pemutusan otomatis listrik bertegangan tinggi terjadi melalui sensor (yang ada di semua mobil modern), sehingga membatasi keberadaan tegangan tinggi hanya di dalam baterai.

Sistem lain (disebut ground-fault detection system) juga dibangun ke dalam EV. Pada deteksi kesalahan seperti itu, ground-fault detection system akan mematikan pasokan listrik ke komponen tegangan tinggi.

Simak Video "Anies Hentikan Program Toa untuk Peringatan Dini Banjir!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com