Kamis, 26 Des 2019 12:46 WIB

Sudah Saatnya Penumpang Bus Umum Diwajibkan Pakai Seatbelt!

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi bus.Foto: Pradita Utama
Jakarta - Selama ini memang belum banyak Perusahaan Otobus (PO) yang menyediakan fasilitas sabuk pengaman (seatbelt) di kendaraannya. Padahal fungsi sabuk pengaman ini sangat penting. Apalagi di kendaraan yang mengangkut penumpang banyak. Jangan sampai nyawa penumpang jadi taruhannya.

"Seperti kasus Bus Sriwijaya di Dempo, Pagaralam kemarin. Itu ada testimoni dari orang-orang yang di dalam itu mereka kayak dikocok-kocok. Terlempar semua. Coba mereka pakai seatbelt, mungkin nggak sebegitu parah," kata instruktur dan founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.



Meski sabuk pengaman jadi perangkat yang krusial di kendaraan penumpang, Jusri mengatakan belum ada undang-undang yang mewajibkan Perusahaan Otobus untuk menyematkan sabuk pengaman di bus-bus operasionalnya.

"Di undang-undangnya belum ada, UU Angkutan Jalan Raya 22 2009. Tetapi ada Permen (Peraturan Menteri) yang baru disosialisasikan pada 2018 kepada pengusaha karoseri. Di mana setiap bus yang dibuat itu diminta untuk memasang sabuk pengaman," terang Jusri.



Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015, tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek, disebutkan setiap kendaraan yang diproduksi wajib memasang sabuk pengaman. Aturan ini memiliki tenggang waktu 3 tahun, sehingga sejak 2018, karoseri bus wajib memasang perangkat sabuk pengaman.

Kendati anjurannya sudah ada, namun untuk penegakan hukum jika melanggar aturan tersebut belum ada undang-undangnya.



"UU untuk penegakan hukumnya oleh Polisi, itu dasar hukumnya nggak ada. Harusnya pemerintah tegas, seperti di UU Angkutan Jalan Raya 22 2009. Bus harus ada sabuk pengaman. Tapi itu juga susah, karena penerapan penegakannya gimana. Wong kita aja yang belakang (belum ada aturannya) untuk mobil kecil. Padahal sudah diberlakukan sejak 1992. Tapi belum ada peningkatan penambahan sabuk pengaman bagi row kedua dan ketiga," pungkas Jusri.

Simak Video " Update! Korban Tewas Bus Sriwijaya yang Masuk Jurang Jadi 32 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com