Rabu, 11 Des 2019 08:37 WIB

Marak Pemilik Mobil Mewah Catut KTP Orang Lain, Ini Penangkalnya

Luthfi Anshori - detikOto
Mobil belum bayar pajak ditempeli stiker. Foto: Luthfi Anshori/detikOto Mobil belum bayar pajak ditempeli stiker. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta - Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya pemalsuan identitas untuk kepentingan membeli mobil mewah.

Ini dilakukan seiring banyaknya temuan kasus penunggak pajak mobil mewah, namun saat ditagih, si objek pajak yang terdaftar tidak tahu apa-apa dan merasa tidak pernah membeli mobil tersebut.



"Modus ini memang sering terjadi. Oleh sebab itu, kami nanti ke depan akan lakukan antisipasinya," kata Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (10/12/2019).

Pemilik mobil mewah catut KTP orang, rumah di gang kecil ditagih utang pajak. Pemilik mobil mewah catut KTP orang, rumah di gang kecil ditagih utang pajak. Foto: Istimewa


Menurut Faisal, langkah antisipasi tersebut adalah dengan implementasi Single Identity Number (SIN). Cara ini disebut bakal mengintegrasikan antara nomor NPWP dan NIK. Sehingga cukup dengan nomor NIK saja.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Gelar Razia, Petugas Temukan Mobil Mewah Nunggak Pajak 7 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com