Selasa, 10 Des 2019 19:03 WIB

Terjadi Lagi! Warga Biasa Ditagih Pajak Mobil Mewah

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta - Kasus penyalahgunaan identitas orang lain untuk kepentingan membeli mobil mewah kembali terjadi. Temuan ini terungkap dalam razia bersama door to door yang dilakukan Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, bersama tim Korsupgah KPK RI, dan Wali Kota Jakarta Timur.

"Jadi hari ini kami menemukan kasus yang sama, yaitu pemalsuan identitas kepemilikan mobil mewah. Seperti yang sudah-sudah kita temukan minggu lalu. Nah hari ini kita temukan lagi," kata Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (10/12/2019).



Menurut Faisal, dalam kasus kali ini terjadi penyalahgunaan identitas untuk pembelian mobil Mercedes-Benz, seri S 450. "Ada tunggakan pajak sekitar Rp 59 juta. Atas nama Pak Thohir," terang Faisal.

"Maka itu kami harapkan juga dengan Pak Thohir, yang dipinjamin KTP-nya untuk segera blokir kendaraan bersangkutan," himbau Faisal.

Warga bingung ditagih pajak mobil mewahWarga bingung ditagih pajak mobil mewah Foto: Luthfi Anshori/detikOto


Faisal pun berharap kepada para pemilik kendaraan yang meminjam KTP orang atau yang tidak sesuai dengan kepemilikannya untuk segera membalik nama dan membayar pajak kendaraannya.



"Kami dari BPRD DKI Jakarta bekerja sama dengan aparat setempat, Wali Kota Jakarta Timur akan mengejar seluruh pemilik kendaraan mewah di Jakarta Timur untuk segera membayar pajaknya. Dan kami harapkan kepada masyarakat yang memiliki identitas yang dipinjamkan untuk beli mobil mewah, untuk segera blokir pajaknya. Bisa datang ke Samsat atau bisa dengan online," ujarnya.

Simak Video "Gelar Razia, Petugas Temukan Mobil Mewah Nunggak Pajak 7 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com