Rabu, 04 Des 2019 15:05 WIB

Penjualan Mobil Turun, Kenapa Jepang Jor-joran Investasi?

Luthfi Anshori - detikOto
Mobil buatan Indonesia yang siap ekspor Foto: Pradita Utama Mobil buatan Indonesia yang siap ekspor Foto: Pradita Utama
Jakarta - Penjualan mobil Indonesia di pasar domestik pada tahun 2019 memang kurang menggembirakan. Sampai bulan Oktober 2019 kemarin, seperti dinyatakan oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), penjualan domestik Indonesia turun hingga 11 persen.

Meski angka penjualannya turun, Indonesia justru mencatatkan hasil yang cukup positif di bidang investasi. Sebab Toyota Group dan Honda, membuat komitmen baru untuk investasi jangka panjang di Indonesia. Toyota Group bakal menanamkan investasi lebih dari Rp 28 triliun, sementara Honda di atas Rp 5 triliun.

Dijelaskan Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, meski catatan penjualan kendaraan Indonesia tahun ini kurang bagus, Indonesia tetap dipandang sebagai pasar potensial, baik untuk pasar domestik maupun sebagai basis produksi ekspor.



"Kenapa pasar turun justru (banyak) investasi (baru)? Kalau kita lihat profilnya, Indonesia itu punya basis pasar yang luar biasa. Jadi kita yang terbesar di ASEAN," kata Putu, dalam diskusi Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Membeludak! Dibuka Perdana, GIIAS 2019 Diserbu Pengunjung"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com