Sabtu, 30 Nov 2019 07:20 WIB

Berkat 2 Hal Ini, Penjualan Mobil di Balikpapan Tetap Moncer

Luthfi Anshori - detikOto
Toyota di Balikpapan Foto: Luthfi Anshori Toyota di Balikpapan Foto: Luthfi Anshori
Balikpapan - Bisnis otomotif di Kalimantan cukup bergantung dengan komoditas batubara dan sawit. Artinya jika bisnis batubara dan sawit tumbuh, maka penjualan mobil pun bakal naik. Sebaliknya, jika harga dua komoditas itu lesu, penjualan mobil pun ikut turun.

Dijelaskan Branch Head Auto2000 Balikpapan MT Haryono Michael Wen, penjualan mobil di Balikpapan, Kalimantan Timur, sampai saat ini bisa bertahan dari efek fluktuasi harga batubara. Sedangkan untuk kelapa sawit, dikatakan Michael tidak terlalu berpengaruh ke penjualan mobil.



"Kalau ditarik 8 tahun ke belakang, memang Balikpapan ini yang menopang bisnis paling besar batubara. Untuk sawit, naik turun harganya, secara dampak ke retail tidak terlalu besar. Sebab jasa dan perdagangan Balikpapan masih oke," kata Michael, di sela-sela agenda Auto2000 Media Exploration Kalimantan.

Menurut Michael, saat masa jaya batubara di tahun 2011, penjualan mobil ikut terkerek. Bahkan disebut, market otomotif Balikpapan sebulan bisa menyentuh angka 800 unit. Dan ketika batubara anjlok di 2015, market roda empat turun sampai 50 persen.

Ilustrasi Toyota di BalikpapanIlustrasi Toyota di Balikpapan Foto: Luthfi Anshori


"Tahun 2015, 2016, 2017 itu survival untuk batubara. Agak mulai naik sedikit di 2018 awal. Batubara buat (ekonomi) Kaltim pengaruhnya gede banget," lanjut Michael.



Menurut Michael, market otomotif di Balikpapan sekarang menuju ke arah positif. "Sudah naik sekitar 560 unit per bulan. Sebelumnya bahkan sempat anjlok 400 unit per bulan, dari market yang kita pernah capai hingga 800 unit per bulan di Balikpapan," pungkasnya.

Simak Video "Aksi Tulus dan Anji Pecahkan Acara Toyota Sebangsa Bandung "
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com