Rabu, 13 Nov 2019 21:30 WIB

Penjualan Mobil Turun, Bukan Berarti Harus Jor-joran Diskon

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Mitsubishi Foto: Mitsubishi
Jakarta - Penjualan mobil di pasar domestik tahun ini memang tidak terlalu bagus. Bahkan jika dibandingkan penjualan mobil lalu, angka penurunannya sampai 10%. Langkah pabrikan untuk menstimulasi penjualan mobil, biasanya dengan memberi diskon besar-besaran untuk model tertentu.

Namun ternyata hal tersebut tidak selalu menjadi senjata terakhir untuk mendongkrak penjualan. Misalnya PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), yang memilih untuk tidak memberi diskon besar-besaran menjelang akhir tahun.



"Memang sebanyak 10 persen dari industrial volume turun dibanding tahun sebelumnya," ujar President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura.

"Bila MMKSI mau tetap meneruskan (target penjualan) 140 ribu unit (tahun ini) bisa saja dilakukan dengan mengorbankan benefit dari konsumen, dengan memberikan diskon (tapi hal ini tidak kami lakukan-Red)," terang Nakamura.



Menurut Nakamura, memberikan diskon malah akan mengorbankan benefit dari konsumen.

"Karena setelah kami kasih diskon, berarti harganya rusak, dan itu menyebabkan resale value terhadap kendaraan juga jadi rusak. Dan sebenarnya resale value adalah hal yang sangat penting buat pertimbangan konsumen saat membeli kendaraan, sehingga MMKSI tidak mau memberikan sacrifice (pengorbanan) kepentingan dari konsumen." ujar Nakamura.



Lanjut Nakamura, MMKSI akan tetap menerapkan strategi bisnis dengan customer benefit, kendati akan sedikit berpengaruh terhadap penjualan.

"Itu artinya kami tak bisa mencapai target (penjualan), sedikit dari yang sudah kami tetapkan sebelumnya," pungkasnya.

Simak Video "Muncul Pertama di Indonesia, Xpander Cross Tampilkan Tiga Varian"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com