Senin, 21 Okt 2019 20:36 WIB

Gampang Overheat, Aventador Pernah Dibalikin ke 'Kandang Banteng'

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Supercar Lamborghini Aventador milik Raffi Ahmad terbakar hebat di Sentul, Bogor. Penyebab pasti dari kejadian itu masih belum ditemukan.

Dua tahun ke belakang, tepatnya di tahun 2017 Aventador sempat dikembalikan ke 'kandang banteng' alias recall oleh pabrikan. Sebab mobil tersebut mudah terbakar dengan sendirinya karena dikenal 'mudah panas' alias overheat.



Mengutip Caranddriver, Senin (20/10/2019) recall ini dilakukan di wilayah Amerika Serikat. Sebab insiden Aventador terbakar pernah menimpa beberapa konsumen di sana.

Walhasil karena dianggap terlalu berbahaya, rekomendasi tersebut didorong oleh the National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).



Pada tahun 2017, produksi Aventador di rentang tahun 2012-2017 direcall di Amerika Serikat, tidak disebutkan berapa jumlah yang pasti, namun secara global ada 5.900 unit berpotensi mengalami masalah. Angka itu termasuk termasuk 12 model Veneno coupe dan roadster, Centenario, dan berbagai edisi khusus lainnya.

Masalah recall tersebut disebabkan evaporative-emission system atau penguapan emisi. Malfungsi ini yang dapat membuat bensin merembes melalui filter arang dan ke katup pembersihan. Jika ini terjadi, uap bahan bakar berlebih bisa bersentuhan dengan gas buang panas dan terbakar.

Lamborghini milik Raffi AhmadLamborghini milik Raffi Ahmad Foto: dok.istimewa


Tak hanya itu, pihak Lamborghini mengatakan penyebab overheat lainnya yakni "engine over revving at idle" atau mengemudi secara agresif.

Pemicu lainnya disebutkan karena pengisian tangki bensin yang berlebihan. Plus diperparah dengan sistem pembuangan aftermarket (exhaust) yang tidak direkomendasikan.



Lamborghini mengatakan, pihaknya pertama kali menemukan masalah tersebut di tahun 2015. Hal ini dilakukan Lamborghini usai menerima beberapa laporan dari konsumen di AS. Umumnya mengeluhkan masalah lampu cek mesin menyala, idle mesin yang tidak beraturan, dan mesin mendadak mati saat posisi idle.

Lamborghini menemukan masalah itu karena tabung sistem arang pada knalpot menjadi basah oleh bahan bakar karena ada malfungsi penguapan yang menyebabkan kebocoran.

Simak Video "Keren! Ayah dan Anak Buat Lamborghini dari Printer 3 Dimensi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com