Kamis, 17 Okt 2019 19:16 WIB

Strategi BMW Perbesar Volume Kendaraan Listrik

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Bicara penjualan memang jadi urusan dapur masing-masing produsen mobil. Namun untuk penjualan mobil listrik tampaknya di Indonesia saat ini menjadi tugas bersama para merek mobil.

Sementara pemerintah menyiapkan aturan yang tepat, para Agen Pemegang Merek (APM) yang ada di Indonesia tentu memperkenalkan sejumlah mobil listrik. Tak sampai di situ, harus ada informasi dan edukasi mengapa para pengguna mobil konvensional harus pindah ke mobil listrik. Setidaknya hal itu kini yang menjadi sorotan BMW untuk pasar mobil listriknya di Indonesia.

'Karena populasinya masih sangat rendah yang diperlukan adalah komunikasi seputar benefit, keuntungan, nilai ekonomis, bahwa dengan menggunakan listrik lebih terjangkau dibanding pakai combustion engine. Seperti itu yang perlu dikomunikasikan," kata Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania saat ditemui di Jakarta.




Selain itu keberadaan infrastruktur memang memegang peran krusial untuk meningkatkan kepercayaan diri konsumen membeli mobil listrik. Meski pengisian dapat dilakukan di rumah, kebutuhan mobilitas di Indonesia yang relatif panjang membutuhkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"SPKLU tetap dibutuhkan terutama untuk fasilitas umum seperti di mall, rest area itu harus ada. Pelanggan itu selalu membutuhkan ketenangan hati. jadi saat mengendarai kendaraannya pasti berharap ada tempat untuk melakukan pengisian daya," tambah Jodie.

BMW sendiri saat ini sudah menjajakan dua mobil listrik di Indonesia melalui BMW i8 dan BMW i3. BMW i8 sebenarnya merupakan mobil listrik plug-in hybrid, mobil sport hybrid yang bisa dicas baterainya. Namun untuk hybrid biasa yang tidak dicas melalui colokan listrik, merek asal Jerman ini belum ada di Indonesia, kendati secara global telah memilikinya. Bahkan model-model rakitan Indonesia saat ini seperti Seri 3, Seri 5 dan Seri 7 telah dikawinkan dengan motor listrik yang dipasarkan di luar negeri.

Segmen hybrid itu pun tentunya akan dijamah oleh BMW untuk dirakit dalam negeri demi memangkas biaya impor. Langkah ke sana akan direalisasikan setelah segala aturan mengenai mobil listrik dirampungkan.

"Sangat itu sangat, iya karena mobil listrik akan jadi masa depannya, masa kita nggak punya model yang dijagokannya, jadi pasti ada," ujar Vice President Sales BMW Group Indonesia, Bayu Rianto dalam kesempatan yang sama.

Simak Video "Ultra Compact BEV, Mobil Listrik Imut dengan 2 Penumpang"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com