Kamis, 17 Okt 2019 10:37 WIB

Banyak SDM Pintar, Indonesia Jangan Cuma Impor Mobil Listrik

Ridwan Arifin - detikOto
Mobil Listrik Buatan Siswa SMK NU Maarif Kabupaten Kudus. Foto: Akrom Hazami Mobil Listrik Buatan Siswa SMK NU Maarif Kabupaten Kudus. Foto: Akrom Hazami
Jakarta - Pemerintah punya rencana besar agar Indonesia bisa menjadi pemain global dalam industri kendaraan listrik. Langkah ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengusir kekhawatiran impor.

"Kita ini bukan akan impor semua ke depan, tetapi kita akan menjadi global player karena supply chain yang ada di Morowali dari mulai Nikel, Stainless Steel, carbon steel, katoda, lithium baterai, sampai nanti kepada bikin body mobil, ban, karet kita ada semua terintegrasi," ujar Luhut di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (16/10/2019).



Menurutnya pemerintah tengah membuka keran tersebut dengan melahirkan Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019. Saat ini tinggal memanfaatkan potensi yang ada di dalam negeri, salah satunya Sumber Daya Manusia (SDM).

"Ayo kita punya semua, pemerintah membuka tangan, Presiden memberikan kesempatan kepada semuanya untuk berkarya, tinggal bagaimana mengawinkan institut-institut atau universitas yang top kita ini masa nggak banyak orang pintar, sudah banyak yang pintar-pintar," kata Luhut.



Lebih lanjut Luhut mengatakan salah satu lembaga diharapkan bisa melakukan inovasi untuk kendaraan listrik khususnya mengenai SPKLU fast charging.

"Kita semua kalau cinta bangsa ini, ayo kita peras otak kita masing-masing cari teknologi apa yang bisa kita kembangkan," kata Luhut.

"Tadi saya dengar dari Finland charging bisa cepat hanya beberapa menit. BPPT Anda saya challenge coba kembangkan apa yang bisa dilakukan," ucapnya.

Simak Video "Ultra Compact BEV, Mobil Listrik Imut dengan 2 Penumpang"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com