Kamis, 10 Okt 2019 11:45 WIB

Bukti Mobil Biasa Bisa Dikonversi Jadi Mobil Listrik

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Rizki Pratama Foto: Rizki Pratama
Jakarta - Beberapa universitas di Indonesia turut membantu mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Melalui program Mobil Listrik Nasional (Molina) kampus ternama seperti UGM, ITB, ITS, UNS, dan UI ambil bagian dalam penelitian ini.

UI sendiri memiliki cara berbeda dari ITS yang membuat langsung sepenuhnya mobil listrik. Kampus yang terletak di kawasan Depok ini membuat orang yakin bahwa mobil biasa dapat disokong dengan penggerak bertenaga listrik. Para ahli dan akademisi di kampus itu menggunakan mobil Daihatsu Ayla sebagai bahan penelitian mereka.



"Kita nggak dari awal ya, hanya sekedar merangkai mengganti mesinnya. Molina penggagasnya dari kementerian, (singkatan dari) Mobil Listrik Nasional. Tinggal di belakang ada MEV, Makara Electrik Vehicle," jelas asisten dosen UI, Hadi Rudiyah saat ditemui di Pameran Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019) kemarin.

Bukti Mobil Biasa Bisa Dikonversi Jadi Mobil ListrikFoto: Rizki Pratama


Mobil ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai program studi fakultas teknik di UI. Dosen pun turut terlibat dalam pengembangan dari konversi mobil bensin ke listrik ini.

"Fakultas tekhnik ada beberapa program studi seperti elektro dan mesin nah itu membentuk tim. Tim itu yang bekerja sama untuk konversi ini. Pemasangan nggak masalah karena udah cukup SDM-nya apalagi ada dosen yang sudah cukup ahli lah," jelas Hadi.



Ayla yang sudah tak lagi membakar bensin itu kini disokong baterai 72V 150 AH yang dapat menghasilkan output tenaga 10,8 kWh. Kemampuan jelajahnya menjadi sejauh 60km dengan pengisian daya selama 4 jam. Mobil ini mampu mencapai kecepatan maksimum 80 km/jam.

Bukti Mobil Biasa Bisa Dikonversi Jadi Mobil ListrikFoto: Rizki Pratama


"Ini sekali jalan 60km, udah dicoba seputaran UI aja. Kecepatan maksimal 80 km/jam ngecas 4 jam. Baterainya masih bisa diganti karena masih riset," kata Hadi

Selain itu berdasarkan spesifikasi barunya ini, Ayla dibuat menjadi lebih ringan. Sebelumnya dengan mesin bensin keluaran pabrik, Ayla memiliki bobot 770-880 kg tergantung varian. Saat dikonversi menjadi mobil listrik, bobotnya kini hanya 700kg.

Simak Video "Grab Masih Pertimbangkan Mitranya Gunakan Kendaraan Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com