Nggak Ada Carry Nggak Ada Angkot

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Selasa, 01 Okt 2019 08:39 WIB
Suzuki Carry milik komunitas Suzuki Carry Club Indonesia (SCCI) Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Angkutan kota atau angkot masih menjadi pilihan masyarakat di tengah kepungan transportasi online. Orang masih suka karena tarif yang lebih murah padahal jaraknya cukup jauh dan kadang suka ngetem atau jalannya seperti kura-kura.

Dari berbagai angkot yang beredar di kota-kota besar, modelnya bisa ditebak, bisa Suzuki APV, Carry, Daihatsu Gran Max atau kadang di beberapa kota masih ada mobil Toyota Kijang.



Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses International Tbk Soebronto Laras bercerita soal awal mula Carry jadi mobil angkot.

Menurut pria kelahiran 75 tahun lalu itu, Suzuki Carry pertama kali muncul di kota Manado. Selain menjadi mobil pikap, pemimpin daerah di Sulut rupanya yang membicarakan ide Carry jadi angkot.

"Sampai Gubernur Sulut bicara angkot, lahirnya angkot itu di Manado. Jadi sederhana, pikap itu cuma ditambah 6 kursi penumpangnya bisa 7 orang. Itu angkot jadi luar biasa," ujarnya.



Perjalanan Carry di Indonesia dimulai dengan Carry Pick-Up ST10 pada tahun 1976, lalu diperbaharui dengan Super Carry ST20 pada 1977 dan Carry ST100 pada 1983.

Sejarah Carry Pick-Up berlanjut dengan hadirnya Carry Futura Pick-up 1.3 pada 1991, serta bergabungnya lini baru di segmen komersial ini yaitu Mega Carry pada tahun 2011.

"Sekarang mesin Carry 1.500 cc, yang jadi kekuatan sendiri. Menjadi rajanya pikap di Indonesia," ujarnya.

Soebronto Laras juga mengenang kejayaan Carry di arena olahraga slalom. "Saya juga sempat jadi ketua IMI (Ikatan Motor Indonesia) selama 10 tahun, pada waktu Carry lahir saya tahu nggak mungkin dipakai balap di Ancol atau Sentul. Jadi apa yang kita bikin adalah slalom. Truntung jadi rajanya slalom, nggak ada yang bisa lawan di slalom, terus terjang saja buat saya momentum yang luar biasa," ujarnya.

Simak Video "Tak Cuma Ertiga, Suzuki Siap 'Setrum' Model Lainnya"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/lth)