Sabtu, 28 Sep 2019 19:48 WIB

Kemenperin: Pajak Naik, LCGC Tetap Jalan Terus

Rizki Pratama - detikOto
Mobil LCGC Foto: Ari Saputra Mobil LCGC Foto: Ari Saputra
Jakarta - Program mobil Low Cost and Green Car (LCGC) diragukan keberlangsungannya di Indonesia. Keraguan itu muncul karena mobil LCGC akan naik menjadi 3% dari tadinya 0%.

Menanggapi hal tersebut Kementerian Perindustrian memastikan program ini tidak akan ditinggalkan. Justru, LCGC akan terus berkembang melihat respons pasar yang cukup baik sejauh ini.



"Oh sudah-sudah pasti sudah kemarin konsultasi, justru kita itu ekspansi daripada LCGC ini merupakan pengembangan dari KBH2, dengan keberhasilan yang luar biasa, pangsa pasarnya bisa sampai 23% investasinya bisa sampai Rp 19-20 triliun," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika saat ditemui dalam Indonesia Modification Expo (IMX) 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2019).

Selain di domestik putu menjelaskan bahwa efisiensi bahan bakar adalah tujuan utama program ini. Ditambah lagi ia mengatakan bahwa permintaan ekspor produk ini juga meningkat. "Sekarang mendorong ekspornya luar biasa dan fuel efficiency dan memang itu permintaan dunia," timpalnya.

Kenaikan ini juga ditegaskan Putu tak akan mengganggu pasarnya. Pasalnya aturan ini sudah dipertimbangkan dengan daya beli serta kondisi inflasi.

"Itu tidak akan pengaruh apa-apa, karena sebenarnya yang program LCGC ini atau program KBH2, itu ada faktor kenaikan pada inflasi dan sebagainya, sekarang ini inflasinya dikurangi," tutupnya.

Simak Video "3 Kementerian Blusukan ke Roxy Sosialisasikan Aturan IMEI"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com