Rabu, 25 Sep 2019 07:46 WIB

Punya Mobil Klasik Jangan Hanya 'Ngendok' di Garasi

Ridwan Arifin - detikOto
Mobil klasik. Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Mobil klasik identik dengan kendaraan yang berumur tua, biasanya hanya menjadi sasaran kolektor. Mengajak jalan untuk sekedar memanaskan mesin, ternyata jadi salah satu bagian dari perawatan mobil.

Presiden Indonesia Classic Cars Owners Club (ICCOC), Stanly Atmadja mengatakan bahwa untuk mobil klasik, masa-masa awal saja mengalami kesulitan. Sebab spare part sulit untuk ditemukan.


"Susah pada awalnya saja, karena harus ganti dan betulkan spare part. Tapi kalau sudah jadi tinggal dijalankan saja, dipakai sebagai perawatan," kata Stanly kepada detikcom.

Beberapa mobil klasik yang dimiliki saat ini adalah keluaran Eropa dan Amerika totalnya ada sekitar 15 unit, beberapa di antaranya seperti Jaguar E Type Series 1 (1960), Ferrari 365 Berlineta Boxer (1972), Rolls-Royce Silver Shadow (1983), Austin Healey (1959), dan Chevrolet Corvette (1953).

Ia menghimbau agar pemilik mobil klasik untuk sekedar memanaskan mesin, sebab teknologi yang dimiliki dengan mobil saat ini sangat berbeda.

"Salah (kalau punya mobil klasik tidak dijalankan), karena kan teknologi masih teknologi kuno, engine masih pakai karburator, kalau tidak dijalankan nanti dia mampet," kata Stanly.


Stanly juga menceritakan memiliki mobil klasik bukanlah soal harga, namun usaha sedari mendapatkannya serta nilai sejarah yang dimiliki mobil tersebut.

"Saya memang penggemar mobil klasik secara konvensional saya senang yang original, engine-nya natural aspirated. Itu merupakan sejarah teknologi pada saat itu, jadi yang buat saya mobil klasik bernilai lebih," kata Stanly.



Simak Video "Korban Corona, Mobil yang Tergadai"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com