Jumat, 20 Sep 2019 14:35 WIB

Supercar Listrik ITS Mejeng di Balai Kota Jakarta

Arief Ikhsanudin - detikOto
Lowo Ireng mobil super listrik ITS mejeng di Balai Kota Jakarta Foto: Arief Ikhsanudin-detikcom Lowo Ireng mobil super listrik ITS mejeng di Balai Kota Jakarta Foto: Arief Ikhsanudin-detikcom
Jakarta - Mobil super (supercar) listrik garapan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya , Lowo Ireng, diparkir di halaman Balai Kota DKI Jakarta. Mobil itu akan ikut dalam konvoi mobil listrik dari Gelora Bung Karno (GBK) menuju Monas.

Mobil listrik
itu menjadi perhatian pegawai Pemprov DKI. Mereka mengabadikan foto di dekat mobil. Lowo Ireng bukanlah mobil baru. Pada 2014, Lowo Ireng sudah diluncurkan. Namun saat itu bahan bakar yang digunakan masih bensin. Kemudian, tahun ini mobil Lowo Ireng dikembangkan menjadi mobil listrik.



Mobil berbentuk supercar itu ikut konvoi mobil listrik untuk menyambut Formula E Jakarta 2020. Mereka mendapat undangan dari Provinsi DKI Jakarta.

"Undangannya datang kemarin," ujar salah satu anggota tim pembuat mobil tersebut, Juniono, saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Dia belum tahu pasti kecepatan maksimal mobil itu. Tapi bisa diprediksi sampai 200 km/jam. "Belum pernah kita coba, tapi kita coba di jalan tol sekitar 140 km/jam baru setengah pedal gaslah. Mungkin bisa sampai 200 km/jam," imbuhnya.

Dengan daya 2.000 kWh, mobil ini mampu menempuh jarak 80 km sekali isi baterai. Pernah juga dicoba perjalanan Surabaya-Jakarta untuk mengikuti Indonesia International Motor Show 2019 (IIMS).


Mobil listrik ITS Lowo Ireng di halaman Balai KotaMobil listrik ITS Lowo Ireng di halaman Balai Kota Foto: Arief Ikhsanudin-detikcom



"Tidak ada (masalah), hanya kita perjalanan baterai habis nge-charge. Baterai habis nge-charge. Perjalanan seminggu," kata Juniono.

Juniono menyebut perlu waktu sekitar 6 bulan untuk membuat satu mobil. Komponen paling sukar dicari adalah baterai.

"Kesulitan ada di bagian baterai karena kita baterai masih impor dari China. Belum diproduksi sendiri. Kan pabriknya masih baru dibangun di Kabupaten Morowali. Nah itu dia mungkin ke depan bisa kita pakai dari sana," papar Juniono.


Mobil listrik ITS Lowo Ireng di halaman Balai KotaMobil listrik ITS Lowo Ireng di halaman Balai Kota (Arief Ikhsanudin/detikcom)


Simak Video "Grab Masih Pertimbangkan Mitranya Gunakan Kendaraan Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(aik/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com