Sabtu, 14 Sep 2019 09:55 WIB

Nissan Jualan Mobil Listrik, Bagaimana Limbah Baterainya?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Nissan LEAF Foto: Istimewa/Nissan Nissan LEAF Foto: Istimewa/Nissan
Jakarta - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) akan menjual mobil listrik Nissan Leaf di Indonesia mulai tahun depan. Ini merupakan jawaban Nissan untuk kendaraan ramah lingkungan demi menjaga Bumi lebih baik lagi.

Namun, salah satu tantangan dari mobil listrik sendiri adalah limbah baterainya yang termasuk salah satu limbah berbahaya. Jika baterainya sudah rusak, akan dikemanakan limbahnya?

Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia Isao Sekiguchi mengatakan, di Jepang ada perusahaan yang bekerja sama dengan Nissan untuk menangani limbah baterai dari kendaraan listrik.



"Ada beberapa perusahaan joint venture di Jepang yang mengatur recycle baterainya dari kendaraan listrik. Ini baru ada di Jepang dan mungkin ada di Amerika Serikat, karena volume (jumlah) mobil listrik di Jepang dan Amerika Serikat sudah cukup banyak," kata Sekiguchi beberapa waktu lalu.



Sekiguchi menyebut, pihaknya juga telah memikirkan masalah penanggulangan limbah baterai mobil listrik jika akan menjual Leaf di Indonesia. Yang terpenting, kata dia, adalah bagaimana baterai bekas itu bisa digunakan kembali.

"Satu hal yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa reuse baterai bekas di pasar yang kita jual mobil listriknya," sebut Sekiguchi.



Simak Video "Grab Masih Pertimbangkan Mitranya Gunakan Kendaraan Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com