Seperti yang disampaikan Menristekdikti Mohamad Nasir, di Kantor Kemenristekdikti, di Jalan Jend. Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menristekdikti Mohammad Nasir Foto: Rahel Narda Chaterine/detikcom |
Nasir menceritakan mobil listrik Molina lahir dari kerja sama beberapa perguruan tinggi dan Kemenristekdikti.
"Mobil listrik nasional (Molina) yang terlibat ada 5 perguruan tinggi yang lakukan (ikut berperan). Jadi mereka tidak sendiri-sendiri melakukan riset mobil listrik tapi kombinasi dari 5 perguruan tinggi," kata Nasir.
Baca juga: Harga Mobil Hybrid di RI Sudah Kompetitif |
"Ada dari Universitas Indonesia (UI), ada Institut Teknologi Bandung (ITB), ada Universitas Gadjah mada (UGM), ada Universitas Sebelas Maret (UNS), ada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya," tambahnya.
Nasir juga menambahkan, saat ini beberapa perguruan tinggi ini terus mensinkronkan mobil listrik tersebut.
"Mereka yang ditugasi untuk Molina. Nah sekarang masing-masing ini sudah mulai berjalan dengan baik, sudah mulai mensinkronkan. Sekarang sudah ada kemarin pameran mobil listrik nasional kebetulan yang dihasilkan dari perguruan tinggi. Nah ini kami lagi gandeng dengan industri untuk scalling-up-nya. Kalau ini bisa, 2022 bisa produksi lah harapan saya begitu," ujar Nasir.
(lth/rgr)












































Menristekdikti Mohammad Nasir Foto: Rahel Narda Chaterine/detikcom
Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas