Akhirnya Indonesia Punya Mobil Buatan Anak Bangsa Lagi

Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 06 Sep 2019 20:56 WIB
Akhirnya Indonesia Punya Mobil Buatan Anak Bangsa Lagi
Foto: Ragil Ajiyanto

Perjalanan mobil nasional di Tanah Air belum berakhir. Setelah FIN Komodo, muncul Wakaba.

Wakaba berasal dari singkatan Wahana Karya Anak Bangsa adalah mobil buatan Jawa Barat yang didukung oleh mesin berkapasitas 500 cc, 4 tak, 2 silinder, yang diklaim tetap bertenaga untuk digunakan pada medan seperti pedesaan yang penuh dengan bukit dan pegunungan.

Dengan dimensi panjang 3.300 mm, serta lebar 1.500 mm, dan tinggi 1.820 mm, Wakaba siap memenuhi kebutuhan transportasi pedesaan yang selama ini masih jarang tersentuh secara khusus sektor transportasinya.

Hadir lagi Arina yang merupakan mobil mungil buatan Semarang. Mobil ini berawal Universitas Negeri Semarang yang didanai oleh Departemen Perindustrian. Mobil Arina ini menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 cc, 200 cc, dan 250 cc. Perancang mobil adalah seorang dosen jurusan Teknik Mesin Unnes bernama Widya Aryadi.

Kemudian Nuri muncul. Nuri merupakan saudara Tawon yang juga diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya. Mobil ini menggunakan mesin 800 cc. Mobil ini memiliki model hatchback yang mampu membuatnya lincah bermanuver.

Tak lama ada mobil bernama Boneo muncul. Mobil ini merupakan mobil buatan PT Boneo Daya Utama dan masih dalam tahap purwarupa. Modelnya ada dua yakni city car dan pikap dengan mesin V-Twin berkapasitas 653 cc yang mampu mengeluarkan tenaga 15,3 kW dan torsi 44,3 Nm.

Terakhir ada Esemka. Nama Esemka yang telah bergaung sejak 2007 kini bergema kembali. Tak sekadar namanya bergaung, Esemka pun merilis mobil pertamanya untuk pasar Indonesia. Esemka memilih pick-up Bima sebagai mobil perdananya agar bisa 'bernafas' di antara para pesaingnya yang sudah hadir lebih dulu.

Namun Esemka tak mau menyebut dirinya sebagai mobil nasional. Esemka lebih senang disebut sebagai mobil buatan anak bangsa.

Tentunya PT Solo Manufaktur Kreasi sebagai penggarap Esemka berharap mobil bisa berumur panjang dan bertahan di tengah gencarnya merek asing memproduksi mobilnya untuk masyarakat Indonesia.





(dry/ddn)