Rabu, 04 Sep 2019 20:24 WIB

Nissan Belum Berniat Jual MPV Listrik di Indonesia

Rizki Pratama - detikOto
Nissan LEAF di Indonesia Electric Motor Show Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Bukan rahasia lagi bahwa Indonesia adalah pasar yang subur untuk mobil MPV 7 penumpang. Dalam menyambut era kendaraan listrik pun tentunya aplikasi teknologi pada mobil jenis ini akan menuai untung besar pula.

Namun Nissan tak berencana untuk mengadopsi teknologi mobil listriknya pada segmen itu. Seperti diketahui Nissan sudah siap menjual mobil listrik berbentuk hatchback Nissan LEAF pada tahun 2020 nanti.

"Jawabannya adalah membawa LEAF ke Indonesia adalah strategi utama Nissan di Asia Tenggara. MPV memang pasar besar akan tetapi Nissan memberikan solusi mobilitas untuk customer masa depan," papar Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi di Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).



Menurut Sekiguchi, generasi milenial nantinya akan mengubah selera pasar 7 penumpang Indonesia ke mobil 5 penumpang. Generasi milenial lebih banyak membangun keluarga kecil dan mobil 7 penumpang tidak menjadi pilihan lagi. "Customer masa depan kita bicara milenial jadi kita melihat bahwa berdasarkan observasi Nissan generasi milenial ini tak melihat mobil harus low MPV, generasi ini ingin mobil yang berbeda," jelas Sekiguchi.

Meski memiliki prediksi demikian, Nissan tentu tetap melihat bagaimana perkembangan nantinya.

"Perubahan cara pikir dan berkendara kita lihat mobil listrik akan memainkan perannya. Kita melihat konsumen yang ada di masa depan. Nissan akan terus mendengar dan studi pasar bagaimana kebutuhannya," ujarnya.

Pada pameran khusus kendaraan listrik Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, PT Nissan Motor Indonesia hadir dengan unjuk gigi teknologi kendaraan listriknya. Nissan menampilkan sebagai medium sosialisasi teknologi dari Leaf dan e-Power dari Nissan Intelligent Mobility.

"Nissan adalah pemimpin elektrifikasi secara global. Kami telah menjual lebih dari 400.000 kendaraan listrik di 51 pasar di seluruh dunia, dan kami membawa pengalaman ini untuk membantu mempercepat penerapan kendaraan listrik di Indonesia," tutur Sekiguchi.

Seiring dengan pengenalan kendaraan listrik pun Nissan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak berkepentingan yang terkait. Hal ini pun tentu bertujuan untuk memberikan lingkungan hidup yang lebih sehat untuk generasi selanjutnya.

"Kendaraan listrik dapat membantu mengurangi polusi udara dan suara, serta ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Manfaatnya tidak hanya untuk masyarakat saat ini, tetapi juga untuk generasi selanjutnya di masa depan. Kerjasama antara para produsen mobil, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangatlah penting untuk mempercepat elektrifikasi di Indonesia," tambah Sekiguchi.

Nissan LEAF generasi kedua telah dilengkapi dengan teknologi e-Pedal, yang memungkinkan pengemudian dengan satu pedal. Teknologi-teknologi ini adalah bagian dari visi Nissan untuk masa depan mobilitas, yakni Nissan Intelligent Mobility.

Sementara itu Nissan juga memiliki mobil e-POWER menggabungkan motor listrik 100% dengan mesin bensin yang mengisi daya baterai motor listrik. Karena roda-roda mobil ini selalu ditenagai oleh motor listrik, konsumen akan merasakan pengalaman mengemudi dengan akselerasi instan seperti kendaraan listrik pada umumnya tanpa perlu mengisi ulang daya dari luar.

Simak Video "Nissan Launching SUV Kicks e-Power, Bukti Belum Mati di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com