Kamis, 22 Agu 2019 11:09 WIB

Perjalanan Mobil Menteri di RI, dari Dodge, Volvo ke Toyota

Dina Rayanti - detikOto
Mobil menteri di era Kabinet Kerja belum berganti sejak zaman SBY. Foto: Lamhot Aritonang Mobil menteri di era Kabinet Kerja belum berganti sejak zaman SBY. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Keistimewaan mendapatkan mobil mewah sebagai kendaraan dinas tak hanya didapatkan oleh Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia. Para menteri dan pejabat setingkatnya pun bakal mendapatkan mobil mewah sebagai kendaraan operasionalnya.

Model dan jenisnya pun berganti karena disesuaikan dengan kebutuhan para menteri demi kelancaran ketika bertugas nantinya. Pada saat Presiden Sukarno memimpin, para menteri di Tanah Air dibekali mobil Amerika Dogde Dart.


Kemudian usai Dodge Dart, para menteri menggunakan mobil mewah asal Swedia, Volvo. Sedan Volvo 264 GL menemani para menteri bertugas pada era kepemimpinan Soeharto. Volvo cukup awet menemani para menteri saat bertugas. Terbukti, sedan Volvo masih terus digunakan meski presiden telah berganti tiga kali.

Volvo menjadi kendaraan dinas andalan menteri-menteri di era BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, hingga Megawati Soekarnoputri.

Namun semuanya berubah ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih menjadi presiden keenam. SBY dan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla mempertimbangkan untuk mengganti mobil dinas para menteri kala itu. Alasannya, ada mobil yang sudah tak layak digunakan sebagai kendaraan dinas.


Tetapi pilihannya bukanlah merek Volvo lagi. JK menyebut harga Volvo saat itu terlalu mahal dan mencari alternatifnya dengan mencari mobil merek Jepang Toyota. Hingga terpilih Camry yang dinilai tak terlampau mewah untuk kelas menengah dan juga harganya terjangkau.

Camry tak bertahan lama. Setelah Camry, pemerintahan di bawah SBY-JK mempertimbangkan untuk mengganti mobil para menteri pembantunya. Toyota Crown Royal Saloon G menjadi pemenangnya. Sedan mewah setingkat di atas Camry itu akhirnya menemani para menteri di bawah SBY.

Tapi tampaknya Toyota Crown Royal Saloon G bakal tergantikan dalam waktu dekat. Pemerintah saat ini telah menganggarkan dana sebesar Rp 152 miliar untuk pengadaan mobil dinas menteri yang akan bertugas pada periode 2019-2024.


Dan jika melihat data yang dirilis situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan pemenang tender merupakan PT Astra International Tbk-TSO. Diketahui PT Astra International Tbk TSO menaungi merek-merek mobil Toyota.

Besar kemungkinan para menteri pembantu Presiden Joko Widodo akan menggunakan mobil merek Toyota sebagai kendaraan dinas. Namun untuk jenisnya hingga saat ini belum diketahui dengan pasti.



Jenis mobil yang bakal menjadi kendaraan dinas para menteri ini pun tak bisa sembarangan. Kini, spesifikasinya diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 577/KM.6/2019 tentang Modul Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Negara untuk Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara Berupa Alat Angkutan Darat Bermotor Dinas Operasional Jabatan di Dalam Negeri.

Berdasarkan keputusan tersebut, mobil menteri kualifikasi A1 harus berupa mobil sedan dengan mesin 3.500 cc/6 silinder atau mobil jenis SUV 3.500 cc/6 silinder.

Simak Video "Pimpinan DPR-MPR Sudah Gunakan Mobil Dinas Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com