Kamis, 22 Agu 2019 07:07 WIB

Suka Duka Setengah Abad Gaikindo dalam Roda Ekonomi RI

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Peringatan 50 tahun Gaikindo Foto: Dadan Kuswaraharja Peringatan 50 tahun Gaikindo Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo merayakan ulang tahun ke-50 semalam (Rabu 21/8/2019) di Jakarta. Selama 50 tahun, organisasi kendaraan bermotor ini sudah kenyang merasakan naik-turunnya roda ekonomi Indonesia.

"Tak terasa Gaikindo sudah merayakan Golden anniversary sejak berdiri 1969, awalnya ada 8 perusahaan agen tunggal dan 9 perusahaan perakitan. Namun sekarang sudah jadi asosiasi dengan lebih dari 40 anggota. Naik-turun ekonomi dialami Gaikindo, misalnya tahun 1998 saat ekonomi global. Saat itu Gaikindo dan anggota terkena dampak, penjualan turun menjadi 50 ribu unit per tahun dari sebelumnya 400 ribu," ujar Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi.



Sekarang Gaikindo kapasitas produksinya mencapai 2,2 juta unit dengan pasar domestik mencapai 1,2 juta unit per tahun, dan ekspor 260.000 unit kendaraan yang dikirim ke lebih dari 80 negara.

"Salah satu prestasi yang dibanggakan Gaikindo adalah pameran GIIAS yang merupakan pameran otomotif Indonesia terbesar dan seri pameran dunia yang dinanti masyarakat luas. GIIAS diadakan di 4 kota besar, Jakarta, Surabaya, Makassar dan Medan. Gaikindo ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, support dari komponen, pembiayaan tentunya. Gaikindo bertujuan untuk menjadi organisasi kelas dunia yang sanggup berkompetisi di pasar internasional," ujarnya.

Gaikindo awalnya bernama Gakindo yang merupakan singkatan dari Gabungan Agen Tunggal Kendaraan Bermotor Indonesia pada tahun 1969. Kemudian tahun 1975 berubah nama menjadi Gabungan Agen Tunggal dan Asembling Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaakindo).



Tahun 1985, Gaakindo berubah nama menjadi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia yang seperti kita kenal sekarang. Pada awalnya GAIKINDO terdiri dari 37 anggota dari kalangan agen tunggal, perakitan dan industri suku cadang.

"Gaikindo memproyeksikan pada 2025, ekspor akan mencapai 1 juta kendaraan. Untuk mencapai ini industri otomotif harus mampu meningkatkan daya saingnya sehingga menjadi bagian mata rantai global," ujar Nangoi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang hadir dalam peringatan 50 tahun Gaikindo mengatakan, selama 50 tahun Gaikindo sudah memberikan manfaat bagi bangsa. "Kemenhub banyak bekerja sama dalam rangka memastikan safety itu dapat dilakukan, oleh karena itu lakukan yang terbaik untuk bangsa semoga di 50 tahun ke depan Gaikindo semakin di depan," ujarnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam tayangan video yang diperlihatkan di panggung mengatakan Gaikindo telah mewarnai ekonomi Indonesia dengan segala prestasi, namun pada saat yang sama perlu dievaluasi mengenai hal-hal yang bisa diakselerasi dalam membangun industri otomotif di Indonesia.

"Otomotif penting bagi transformasi ekonomi negara apalagi negara sebesar Indonesia. Dalam usia yang ke-50 tahun Gaikindo akan memiliki wisdom dan pengalaman, dan lesson learn bagi industri otomotif maju ke depan yaitu industri yang memiliki visi terhadap perubahan teknologi cepat, industri yang concern climate change dan industri yang mengerti perubahan selera konsumen. Pemerintah akan mendukung agar industri otomotif tidak hanya hebat di dalam negeri, tapi juga region, global, sehingga Indonesia dikenal sebagai produsen otomotif yang ramah dan efisien dan menembus pasar global," ujar Menkeu.

Simak Video "Sindir Sri Mulyani, Prabowo: Rumus yang Salah Dipakai Terus"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com