Kamis, 15 Agu 2019 09:46 WIB

Honda Tak Mau Terburu-buru Boyong Mobil Listriknya ke RI

Luthfi Anshori - detikOto
Honda. Foto: Ari Saputra Honda. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Indonesia diambang memasuki era kendaraan ramah lingkungan setelah Presiden Jokowi (Joko Widodo) mengatakan sudah menandatangani draf Perpres Mobil Listrik.

Beberapa pabrikan sudah ada yang terang-terangan mengaku akan berinvestasi, jika aturan tersebut sudah diresmikan, dan beberapa lainnya masih menahan investasi karena ingin melihat pasarnya lebih dahulu. Salah satunya adalah PT Honda Prospect Motor (HPM), agen pemegang merek mobil Honda di Indonesia.


"Di Honda, teknologi itu sudah ada, XEV, plug-in hybrid, dan hybrid. Kami siap dan mendukung program pemerintah, yang sudah resmi meluncurkan dan menandatangani (perpres mobil listrik-Red)," kata Director Business Innovation and Sales & Marketing HPM Yusak Billy, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Billy mengatakan HPM masih menunggu lebih detail soal aturan Perpres Mobil Listrik tersebut, baik turunan aturan ke masing- masing kementerian, dan turunan peraturan pemerintah.

"Kami sedang tunggu detail teknisnya. Termasuk juga menunggu kebutuhan dari pasar, untuk menentukan produk mana dulu yang akan dikeluarkan," terang Yusak.


Lanjut Billy, pihak HPM akan memanfaatkan grace period selama dua tahun untuk melakukan importasi mobil listrik, meskipun tidak mendapatkan fasilitas.

"Makanya kita lakukan survei, lihat kemauan pasar seperti apa, harganya jadinya seperti apa, bedanya dengan konvensional ICE seperti apa,"jelasYusak.


Simak Video "Honda Mejeng di EICMA, Pamerkan Motor Teranyarnya"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com