Selasa, 13 Agu 2019 19:41 WIB

Baterai Mobil Listrik Berat Kalau Digotong, Harus Dibuat Lokal

Ridwan Arifin - detikOto
Menperin Airlangga Hartarto meninjau stan peserta Pameran Industri Komponen Otomotif 2019 di Jakarta, Selasa (13/8). Foto: Kemenperin Menperin Airlangga Hartarto meninjau stan peserta Pameran Industri Komponen Otomotif 2019 di Jakarta, Selasa (13/8). Foto: Kemenperin
Jakarta - Rencana pengembangan mobil listrik di Tanah Air semakin jelas saat Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden kendaraan listrik. Kementerian Perindustrian Airlangga menyebut tinggal pelaku industri otomotif yang memainkannya.

Salah satu kunci untuk menyukseskan percepatan mobil listrik di Indonesia adalah ketersediaan baterai. Indonesia sendiri memiliki bahan baku, oleh karena itu pemerintah mengatur Total Kandungan Dalam Negeri (TKDN).



"Perpres mengatur TKDN itu sudah diatur. Di dalamnya juga termasuk pembagian tugas di kementerian termasuk infrastrukturnya," kata Airlangga di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

Lebih lanjut untuk menciptakan industri otomotif yang berkelanjutan, Airlangga menyebut Indonesia harus memiliki ekosistem yang terjaga baik dari asupan bahan baku hingga komponen pendukung mobil listrik.

"Baterai adalah bagian dari ekosistem. Tentu kita dorong basis pembangkit listrik yang berbasis renewable energy," ujarnya.

Khususnya baterai, ia berharap agar pelaku industri otomotif yang menjual mobil listrik dapat membuat baterai di dalam negeri agar harganya juga kompetitif.



"Nantinya baterai harus dibikin di dalam negeri, kenapa? Karena baterai itu berat, gotong-gotong baterai itu berat dan ongkosnya tinggi, jadi seluruh industri mobil listrik, baterai itu harus dibuat di lokal," ujar Airlangga.

Simak Video "Golkar di Pilkada 2020 Prioritas Usung Kader Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com