Selasa, 13 Agu 2019 17:14 WIB

Ngecas Mobil Listrik di BPPT Masih Gratis

Luthfi Anshori - detikOto
SPLU untuk Cas Mobil Listrik di BPPT. Foto: Luthfi Anshori SPLU untuk Cas Mobil Listrik di BPPT. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) jadi salah satu instansi yang menyediakan fasilitas pengisian daya (charging station) untuk kendaraan listrik di Gedung BPPT RI di Jakarta dan Tangerang. Sejak diluncurkan pada akhir tahun lalu, fasilitas tersebut masih bebas digunakan pengguna kendaraan listrik tanpa dipungut bayaran.

"Saat ini charging station BPPT ada dua, di Serpong dan Thamrin, masing-masing ada 3 plug-in berbeda. Dan begitu dipasang, kami tawarkan kepada pemilik mobil listrik agar kalau mampir ke daerah Thamrin, silakan nge-charge. Jadi untuk sementara ini kami masih menggratiskan layanan ini. Kami ingin tahu behaviour konsumen," kata Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi BPPT, Mohammad Mustofa Sarinanto, saat dihubungi detikcom, Selasa (13/8/2019).



Secara spesifikasi, sistem charging station BPPT di Thamrin Jakarta memiliki daya 50 kW, dan bisa dilakukan untuk sistem fast charging, sementara charging station di di B2TKE-BPPT Puspiptek, Tangerang Selatan, berdaya 20 kW dengan sistemnya smart charging. Khusus untuk yang berdaya 50 kW bisa melakukan charging baterai mobil listrik sampai penuh hanya dengan waktu 30 menit.

Menurut Sarinanto layanan ngecas gratis tersebut akan ada batasnya. Perkiraannya sampai bulan depan. "Paling nggak sampai September. Nanti setelah itu akan ditinjau lagi tergantung kebijakan pimpinan BPPT. Sejauh ini kami masih terus merancang besaran tarif yang akan dibebankan ke pelanggan," lanjut Sarinanto.



Di stasiun pengisian baterai listrik milik BPPT sendiri, saat ini cukup diminati banyak pengguna mobil listrik. Terutama mobil taksi listrik.

"Ada pengguna mobil listrik seperti BMW. Tapi paling banyak mobil taksi (Blue Bird listrik-Red), pernah sekaligus 4 mobil taksi yang ngecas di situ. Kami sih malah senang, kalau mereka ngetem di situ (untuk charging), jadi kesannya, mereka itu kalangan yang modern, yang clean," terang Sarinanto.

Untuk melakukan pengecasan di fasilitas charging station BPPT pun cukup mudah. "Yang penting, kontak kita aja. Dan untuk mengaktifkan alat pengisian baterai tersebut harus pakai smart card. Salah satunya KTP," pungkasnya.

Simak Video "Menhub Bicara Kendaraan Listrik dan Polusi Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com