Selasa, 06 Agu 2019 15:56 WIB

Mobil Desa Masih Kalah 'Lokal' dengan Calya-Sigra

Dina Rayanti - detikOto
Mobil Desa. Foto: Luthfi Anshori Mobil Desa. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Diproduksi secara lokal, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil desa alias Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) belum 100 persen. Alasannya, komponen girboks dan mesin masih diimpor dari luar negeri. Mesin mobil desa didatangkan dari India dan dinilai lebih cocok untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat pedesaan. Sedangkan girboksnya masih diboyong dari Taiwan.

Mobil desaMobil desa Foto: Rachman Haryanto


Alasan kedua, memproduksi mesin dan girboks di dalam negeri juga dinilai tak memenuhi skala ekonomi.


"Sekarang yang harus dikejar itu skala ekonominya, karena kalau kita membuat engine dan girboks dengan penjualan yang belum banyak skala ekonominya ini nggak akan bisa bersaing," ungkap Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Putu Juli Ardika.

Secara total mobil desa memiliki tingkat kandungan komponen lokal mencapai 70%, melibatkan 71 vendor yang meliputi vendor lokal sebanyak 69 vendor (38 IKM; 15 Astra; 16 non Astra) serta 2 vendor asing untuk menyediakan 189 komponen penyusun mobil desa.

Dengan begitu baru 70% yang komponen mobil desa yang dibuat di dalam negeri. Penggunaan komponen dalam negeri yang baru sekitar 70% membuat mobil desa masih kalah 'lokal' dengan si kembar Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Calya-Sigra yang diproduksi di pabrik Daihatsu kawasan Karawang itu disebut memiliki tingkat kandungan lokal hingga 94%.

Calya dan Sigra saat peluncuranCalya dan Sigra saat peluncuran Foto: Dina Rayanti


"Kedua produk kolaborasi terbaru Astra Toyota Calya dan Astra Daihatsu Sigra telah memiliki TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 94%," ujar Sudirman MR yang kala itu menjabat Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor saat peluncuran Calya-Sigra Agustus 2016.

Tiga tahun berselang, TKDN pada Calya-Sigra pun diklaim tak berubah. Masih lebih banyak dari mobil desa.

"Masih tetap (94%)," kata Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra saat dihubungi detikcom, Selasa (6/8/2019).


Untuk mobil di segmen LCGC (Low Cost Green Car) seperti Calya-Sigra memang harus memenuhi persyaratan TKDN sebesar 80 % persen secara bertahap agar tidak dikenakan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) seperti diatur dalam Permenperin No.33 tahun 2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Simak Video "Black Shark Curhat Sulitnya Menembus Sertifikasi TKDN"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com