Rabu, 31 Jul 2019 12:21 WIB

Mobil Murah tapi Servisnya Mahal Bikin Ribet Konsumen

Dina Rayanti - detikOto
Ilustrasi mobil murah. Foto: Toyota Ilustrasi mobil murah. Foto: Toyota
Jakarta - Membeli mobil dengan harga murah memang menjadi pilihan konsumen di Indonesia. Namun perlu diingat, usai mobil dibeli masih ada biaya yang harus keluarkan. Biaya itu juga harus diperhitungkan agar nantinya tidak kaget karena tak masuk dalam perhitungan.

Biaya-biaya tersebut antara lain akan dikeluarkan pemilik mobil untuk membayar perawatan, suku cadang, hingga asuransi. Maka dari itu ada baiknya, selain mempertimbangkan harga, faktor-faktor tersebut juga turut dihitungkan.


Masyarakat Indonesia sendiri juga disebut sudah mulai konsen akan hal tersebut. Orang Indonesia seperti diutarakan Executive General Manager Marketing Planning PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat ini mempertimbangkan layanan purnajual dan suku cadang sebelum membeli mobil ketimbang harga murahnya. Mereka kebanyakan tak ingin kebingungan ketika mobil mengalami masalah.

"Survei kami membuktikan konsumen akan sangat kesulitan jika hanya membeli dengan harga murah tetapi dalam pemakaian sehari-hari bermasalah dengan biaya-biaya yang lebih mahal," beber Soerjo saat dihubungi detikcom, Selasa (30/7/2019).


Toyota sendiri tak ambil pusing dengan kehadiran mobil baru yang menawarkan harga murah. Menurutnya persaingan tak cuma sekadar harga. Layanan purnajual memang selama dijadikan senjata oleh Toyota di tengah deretan mobil baru yang diluncurkan di Indonesia.

Simak Video "Primadona Baru di Kelas Low MPV"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com