Kendati melewati berbagai negara dengan berbagai jenis kondisi, nyatanya tak banyak ubahan yang diterapkan pada mobil mereka. Satu-satunya ubahan yang dilakukan hanya pada suspensi belakang karena muatan beban barang yang cukup berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Instagram/Journey of Wonder |
Bahkan dari cerita Eelco, banyak orang di luar negeri yang melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil sedan sekalipun.
"Ada ibu-ibu dari Rusia pakai sedan Hyundai sudah keliling Afrika 3 tahun tidur di mobil nggak ada masalah juga. Sebenarnya mobil nggak perlu macam-macam asal ada niat, mobil apa saja bisa," ucap Eelco.
Baca juga: Xpander buat Balap Reli, Begini Wujudnya |
Eelco menegaskan untuk selalu memikirkan apa yang dibutuhkan daripada apa yang diinginkan ketika ingin melakukan perjalanan. Untuk pemilihan mobil pun tergantung bagaimana kebutuhan. Jika ingin lebih nyaman tentunya membawa mobil yang kabinnya lebih lega.
"Kalau kita mau enak sekalian pakai minibus, bisa tidur di dalam dan lebih nyaman," imbuhnya.
Hal yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah ketersediaan jaringan bengkel atau sparepart. Beberapa mobil yang dijual di Indonesia bisa jadi tak dijual di luar negeri.
"Kalau di Asia itu masih cukup banyak (diler dan sparepart), masuk ke Eropa sudah mulai jarang model seperti ini baru ada lagi itu di Afrika," tutur Eelco.
(rip/rgr)












































Foto: Instagram/Journey of Wonder
Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi