Selasa, 16 Jul 2019 12:52 WIB

Recall Nggak Bikin Pasaran Toyota Rush Turun

Dina Rayanti - detikOto
Toyota Rush. Foto: Agung Pambudhy Toyota Rush. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Toyota Rush tahun produksi Desember 2017 sampai Februari 2019 harus di recall terkait penggantian ECU airbag yang bisa mengembang secara tak disengaja karena pemrograman komputer tak sesuai. Sekitar 96.000 Rush untuk pasar lokal dan luar negeri terkena dampaknya.

Meski begitu, recall pada Rush disebutkan Toyota tak serta merta membuat penjualannya merosot tajam.


Sebagai catatan ini memang bukan pertama kalinya Toyota melakukan recall. Sebelumnya pada tahun 2018 ada beberapa mobil Toyota di Indonesia yang terkena recall.

"Pengalaman sebelumnya tidak ada significant impact. Justru ini menujukan responsibility TAM ke customer," sebut Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy kepada detikcom.

Recall merupakan hal lumrah dalam dunia otomotif. Adanya recall berarti ada masalah pada mobil dan segera harus diperbaiki. Adanya recall juga sering membuat suatu mobil dicap miring. Di luar negeri para pabrikan juga sering melakukan recall demi keamanan dan kenyamanan konsumen.

Selain Toyota ada pabrikan Jepang lain yang cukup aktif melakukan recall mobilnya yakni Honda. Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengatakan recall bukan merupakan suatu hal yang salah karena semata-mata dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan konsumen.


"Memang masalah recall ini, di Indonesia saya pikir hanya Honda yang melakukan. Karena bagi kami recall itu bukan kriminal. Bagi kami itu recall kewajiban bagi produsen dan hak bagi konsumen, untuk mendapat perbaikan mobilnya atau saat kendaraan diduga mengalami masalah," kata Jonfis beberapa waktu lalu.

Simak Video "Aksi Tulus dan Anji Pecahkan Acara Toyota Sebangsa Bandung "
[Gambas:Video 20detik]
(dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com