Jumat, 12 Jul 2019 13:23 WIB

Mobil Miliaran Rupiah Mitsubishi Bisa Melaju Sejauh 600 Km

Luthfi Anshori - detikOto
detikcom saat menguji Outlander PHEV di Prancis (Foto: M Luthfi Andika) detikcom saat menguji Outlander PHEV di Prancis (Foto: M Luthfi Andika)
Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menambah line up produknya lewat kehadiran Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Berbeda dengan produk baru lain Mitsubishi, Outlander PHEV tergolong mobil yang istimewa. Sebab mobil ini datang dengan kombinasi mesin konvensional dipadukan motor listrik. Selain itu mobil ini juga banderol cukup tinggi, estimasinya Rp 1,2 miliar-Rp 1,3 miliar.

ADGM Product Strategy Div. & GM, EV Solution Dept Takashi Hiromatsu, mengatakan mobil jenis plug-in hybrid jadi pilihan rasional bagi negara seperti Indonesia, dimana jaringan stasiun pengisian listrik umum belum terbangun, sementara Peraturan Presiden soal kendaraan listrik juga belum diteken.

"EV adalah kendaraan zero emisi terbaik dan dianggap sebagai jawaban secara umum. Tapi saya berani mengatakan bahwa plug-in hybrid electric vehicle adalah jawaban kami untuk pasar yang sangat luas, di mana jaringan atau fasilitas pengisian daya sedang dikembangkan seperti di Indonesia," kata Hiromatsu.



Bicara spesifikasi, Mitsubishi Outlander PHEV mengusung mesin bensin 2.4 liter. Mesin itu dikombinasi dengan motor listrik yang punya tenaga 60 kW di roda depan dan 70 kW pada roda belakang. Soal tenaga, mesin konvensional bisa memuntahkan tenaga maksimal 132,8 dk dengan torsi 211 Nm.

Outlander PHEV dikatakan menjadi salah satu mobil plug-in hybrid yang unik, sebab memiliki tiga mode berkendara, yakni mode EV, mode HEV, dan juga mode Parallel Hybrid.

"Saat Outlander PHEV bekerja menggunakan baterai EV dalam kondisi penuh, maka jarak tempuh bisa mencapai 55 km. Bahkan jika jarak yang ditempuh sangat jauh, PHEV bisa dikendarai mencapai 600 km dalam mode HEV, tanpa charging station," terang Hiromatsu.

Sedikit info soal mode berkendara Outlander PHEV, pada mode EV mobil akan bergerak dari tenaga baterai yang dikirimkan ke motor listrik yang terdapat pada roda depan dan belakang.

Selanjutnya pada mode HEV (Hybrid Electric Vehicle), saat baterai berkurang, maka mesin akan membantu baterai agar memiliki kapasitas baterai yang stabil. Sehingga baterai akan tetap menyuplai tenaga ke motor listrik yang terdapat pada roda depan dan belakang. Artinya, mesin konvensional akan berperan mirip generator.



Sementara pada mode Parallel Hybrid, sistem ini berfungsi di saat pengendara membutuhkan tenaga lebih. Misal ketika baterai mulai berkurang, maka mesin konvensional akan tetap menjaga pasokan baterai, dan baterai akan memberikan energi pada motor listrik yang berada pada roda depan dan belakang.

Tidak sampai di situ, pada sistem Mode Parallel Hybrid, mesin konvensional juga berperan memberikan energi langsung pada motor listrik tidak melalui baterai.



Simak Video "Mitsubishi Outlander Sport Kini Tampil Lebih Garang"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed