Rabu, 10 Jul 2019 09:16 WIB

BBN Naik Bikin Penjualan Mobil Turun

Ridwan Arifin - detikOto
Penjualan mobil. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Penjualan mobil. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta - Bea Balik Nama Kendaraan (BBN-KB) DKI Jakarta diusulkan naik dari 10 persen menjadi 12,5 persen. PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku kenaikan BBN-KB secara jangka pendek bakal mengurangi penjualan mobil.

Seperti yang diungkapkan Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi bahwa kenaikan BBN dapat memberi pengaruh negatif terhadap permintaan mobil baru.


Hal tersebut berkaca terhadap kenaikan BBN di wilayah Banten dan Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"BBN sudah naik beberapa wilayah seperti Banten, Jabar sudah naik. Jujur detail impact-nya kita harus liat jangka panjang tapi dengan jangka pendek setelah melakukan kenaikan BBN di beberapa wilayah itu ada penurunan sedikit di wilayah tersebut jadi dibandingkan waktu yang sama dengan tahun lalu itu kira-kira ada 2 sampai 3 persen di luar dari impact-impact yang lain," ujar Anton di Jakarta, Selasa (09/07/2019).

"Tapi apakah Jakarta akan berdampak seperti itu atau tidak, sangat tergantung. Karena beda market antara Jakarta, Jabar dan Banten. Tapi mungkin ada kemiripan, ada kemungkinan seperti itu juga, ada penurunan di awal-awal," ujar Anton.


Rencana kenaikan pajak balik nama untuk wilayah Jakarta ini tak bisa dihindari. Produsen otomotif memilih 'pasrah' dengan kebijakan itu, sebab kenaikan BBN yang secara langsung berpengaruh terhadap nilai jual on-the-road.

"Harga pasti akan menyesuaikan karena itu kan pajak ya nggak mungkin pajak itu kalau tidak kita bayar," ujar Anton.

Simak Video "Review Mitsubishi Eclipse Cross: SUV yang Punya Fitur Cruise Control"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com