Berita Populer: Avanza Kalah dengan Xpander, Keamanan Mobil Jokowi

Berita Populer: Avanza Kalah dengan Xpander, Keamanan Mobil Jokowi

Dina Rayanti - detikOto
Rabu, 10 Jul 2019 07:32 WIB
Berita Populer: Avanza Kalah dengan Xpander, Keamanan Mobil Jokowi
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Di Indonesia Avanza boleh merajai penjualan mobil di Tanah Air. Namun di luar negeri keadaannya justru berbeda. Avanza harus mengakui keunggulan sang kompetitor Mitsubishi Xpander juga saudara sendiri Toyota Fortuner. Baik Xpander maupun Fortuner lebih laris di luar negeri ketimbang Avanza yang selama ini tak terkalahkan dari posisi puncak penjualan mobil paling diburu orang Indonesia.

Pemerintah tengah mempertimbangkan kendaraan dinas terbaru untuk presiden Joko Widodo. Pasalnya mobil yang ditunggangi Jokowi saat ini diakui oleh Kepala Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara Piping Supriatna sudah berumur dan sering mengalami masalah. Pastinya pemerintah memiliki pertimbangan tersendiri sebelum menentukan kendaraan dinas presiden selanjutnya.

Memiliki gaya khas dalam menyapa rakyatnya, setidaknya mobil yang bakal menjadi kendaraan dinas presiden selanjutnya harus didukung sistem keamanan serba canggih. Simak selengkapnya dalam rangkuman berita otomotif terpopuler sepanjang Selasa (9/7/2019) yang telah dirangkum tim detikcom.

1. Di RI Jadi Raja, di Luar Negeri Avanza Kalah dengan Mobil Ini

Foto: Pradita Utama
Mobil sejuta umat Toyota Avanza boleh menjadi yang terlaris se-Indonesia. Bukan rahasia lagi kalau Avanza merupakan mobil terlaris se-Tanah Air selama bertahun-tahun. Bahkan masih sulit untuk disaingi para pendatang baru sekalipun.

Tapi kalau bicara ekspor, Avanza rupanya masih kalah laris. Mengutip data distribusi ekspor CBU yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Avanza harus rela disalip oleh saudara sendiri Toyota Fortuner. Sepanjang Mei 2019, Fortuner menjadi mobil buatan Indonesia terlaris di luar negeri.

Sebanyak 4.607 unit Fortuner buatan Karawang dilirik di negeri orang. Bagaimana dengan Avanza? Avanza justru menjadi mobil buatan Indonesia terlaris kelima di luar negeri. Hanya 3.026 unit Avanza diekspor dari Astra Daihatsu Motor.

Avanza juga harus dikalahkan oleh kompetitor utama Mitsubishi Xpander. Xpander duduk di tempat kedua mobil terlaris di luar negeri usai Fortuner. Ekspor Xpander pada Mei sendiri mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari sebelumnya 2.865 unit.

Meski begitu secara total Xpander masih memuncaki mobil buatan Indonesia terlaris di luar negeri. Total ada 21.566 unit Xpander yang dikirimkan ke luar negeri seperti Mesir, Vietnam, Thailand, Filipina, Bolivia, Bangladesh, Srilanka, Kamboja, Peru, dan Mauritius selama lima bulan pertama tahun 2019.

Sementara Fortuner jika dilihat secara keseluruhan hanya terkirim sebanyak 19.085 unit pada Januari hingga Mei 2019. Sedangkan Avanza hanya terkirim sebanyak 11.135 unit secara total pada periode yang sama.

2. Negara-negara yang Naksir Avanza 'Made in Indonesia'

Foto: Pradita Utama
Mobil berjenis Low MPV (Multi Purpose Vehicle/mobil serbaguna) memang khas dengan masyarakat Indonesia. Namun beberapa negara juga terlihat menyukai mobil-mobil di segmen Low MPV. Mengambil contoh Toyota Avanza yang merajai penjualan mobil bertahun-tahun di Indonesia.

Selain menjadi raja di Tanah Air, Avanza juga cukup laris di luar negeri. Peminatnya beragam, mulai dari negara tetangga hingga Amerika Selatan tertarik akan Avanza buatan Indonesia ini.

Tercatat Avanza dikirim ke Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Afrika Selatan, Nepal, Meksiko, Afrika Barat, Lebanon, Bangladesh, Tahiti, Pakistan, Madagaskar, Peru, Mauritius, Qatar, Oman, Bahrain, Uni Emirat Arab, Guatemala, Honduras, hingga Vanuatu seperti tercantum dalam data ekspor yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Masih dalam data yang sama, selain Avanza Low MPV yang juga diekspor ada Mitsubishi Xpander dan Suzuki Ertiga. Untuk tahun 2019, Xpander justru mendominasi dan menjadi yang terbanyak dikirim ke negeri orang. Mitsubishi selama lima bulan pertama tahun 2019, mengekspor 21.566 unit Xpander.

Sementara Avanza hanya terkirim sebanyak 11.135 unit dalam periode yang sama. Ertiga menjadi Low MPV paling banyak diekspor ketiga setelah Xpander dan Avanza. Total sepanjang Januari hingga Mei 2019, Suzuki mengirimkan 8.747 unit Ertiga di beberapa negara.

Xpander yang baru memulai debutnya sekitar satu tahun lalu juga mencatatkan sebagai mobil buatan Indonesia paling banyak diekspor. Seperti diketahui selama ini pasar ekspor mobil di Indonesia didominasi oleh Fortuner.

3. Presiden Jokowi Punya Gaya Khas, Keamanan Tidak Hanya di Mobil

Foto: Rengga Sancaya
Pemerintah saat ini tengah mencari kendaraan dinas baru untuk presiden. Tentu, spesifikasi mobil presiden yang dimiliki harus mencakup dua hal, yakni keamanan ekstra dan kenyamanan.

Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan ada beragam peranti keamanan tambahan untuk melindungi ancaman presiden dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kendati demikian, Yannes mengatakan setiap presiden memiliki gaya khas masing-masing dalam menyapa rakyatnya.

"Masalahnya, kendaraan tersebut juga harus didukung dengan sistem keamanan lingkungan yang canggih, mengingat setiap presiden memiliki karakter yang khas," ujar Yannes kepada detikcom.

"Presiden Jokowi, misalnya, seringkali menghentikan kendaraan dan membuka jendela bahkan keluar dari kendaraan untuk bertemu langsung dengan rakyatnya. Hal ini tentunya memerlukan sistem di luar kendaraan yang ekstra ketat dan kompleks," ujar Yannes.

Sebelumnya Yannes mengungkapkan keamanan bagi mobil presiden terdiri dari perangkat tambahan yang levelnya sudah biasa dipakai pada mobil kepala negara lain.

Mobil-mobil untuk kelas presiden perlu peranti tambahan "armoring features" untuk menunjang keamanan karena statusnya sebagai kepala negara.

"Memakai standard B6 NATO, seperti: seluruh kabin penumpang menggunakan steel hardness level >63 HRC dengan laminasi serat sintetis Kevlar, mulai dari pintu depan, belakang, lantai, atap, dinding samping, belakang dan seluruh pintunya," sebut Yannes.

Ia melanjutkan, kendaraan VVIP kepresidenan harus memiliki keamanan berstandar tinggi, utamanya mampu menahan serangan peluru hingga ledakan.

"Mampu melindungi penumpang terhadap peluru, ledakan, granat, dan ranjau (tingkat perlindungan VR9)," ujar Yannes.

4. Mobil Seperti Apa yang Cocok untuk Presiden?

Foto: Ari Saputra
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) tengah membuka tender untuk mobil dinas Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Kabarnya baru ada dua pabrikan Jerman, BMW dan Mercedes-Benz yang mengikuti tender tersebut.

Namun diketahui mobil untuk kelas VVIP seperti Presiden, perlu syarat-syarat khusus. Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Otomotif, Yannes Martinus Pasaribu. Menurutnya, mobil-mobil untuk kelas Presiden perlu peranti tambahan "armoring features" untuk menunjang keamanan karena statusnya sebagai kepala negara.

"Memakai standard B6 NATO, seperti: seluruh kabin penumpang menggunakan steel hardness level >63 HRC dengan laminasi serat sintetis Kevlar, mulai dari pintu depan, belakang, lantai, atap, dinding samping, belakang dan seluruh pintunya," buka Yannes kepada detikcom, Senin (08/07/2019).

Ia melanjutkan, kendaraan VVIP kepresidenan harus memiliki keamanan berstandar tinggi, utamanya mampu menahan serangan peluru hingga ledakan. "Mampu melindungi penumpang terhadap peluru, ledakan, granat, dan ranjau (tingkat perlindungan VR9)," ujar Yannes.

Begitu pun tangki bensin mobil yang dilengkapi dengan material anti-ledakan, serta tak ketinggalan penggunaan ban jenis Run Flat Tyre.

"Tangki BBM menggunakan steel hardness level >63 HRC yang dirancang khusus dan ditambahkan sistem pengamanan yang memakai busa khusus yang mencegahnya meledak, yang mencegahnya meledak saat terbakar atau tabrakan frontal," jelas Yannes.

"Ban menggunakan jenis Run Flat Tire yang diperkuat dengan kevlar dan dapat berjalan saat kempes. Jika ban hilang, pelek baja harus dirancang untuk memungkinkan mobil bergerak cepat hanya dengan pelek baja tersebut dalam kecepatan tinggi," urai Yannes.

Tak hanya keamanan dari ledakan dan peluru, mobil kepresidenan juga sebaiknya didesain untuk tahan dari serangan kimia dan juga menjaga privasi presiden dalam berkomunikasi dengan petugas pengawalan.

"Elektrikal kabin menggunakan Independent generator set, Sistem elektronika 360 degree camera, monitor, DVR recorder, GPS System, Radio telekomunikasi bebas jamming dan terenkripsi yang dapat berhubungan langsung dengan sistem komunikasi patwalpres," jelas Yannes.

"Climate control menggunakan AC yang metal protected dengan hardness level >63 HRC, dan sistem ventilasi udara segar independen (memiliki suplai oksigen sendiri) untuk mengamankan penumpang dari serangan kimia serta roller blind untuk semua jendela," ungkapnya.

Terakhir, Yannes mengatakan bahwa suspensi diperkuat untuk menahan beban kendaraan yang semakin berat. Lalu, mesin kendaraan bertenaga besar yang mampu berakselerasi cepat dalam keadaan mendesak.

Halaman 2 dari 5
(dry/ddn)


Simak Video "Video Pajak Avanza RI Rp 5 Juta, di Thailand Rp 150 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads