Sabtu, 06 Jul 2019 16:53 WIB

Sri Mulyani, India Sudah Punya Insentif Mobil Listrik

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Mobil listrik i8 Foto: Ari Saputra Mobil listrik i8 Foto: Ari Saputra
New Delhi - Insentif mobil ramah lingkungan masih digodok oleh pemerintah Indonesia. Sepertinya Indonesia harus belajar dari pemerintah India yang sudah mulai mengajukan insentif pajak mobil listrik ke parlemennya.

Rekan Menkeu Sri Mulyani dari India, Menkeu Nirmala Sitharaman seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (6/7/2019) akan memberikan potongan untuk setiap pembelian mobil listrik. Bea impor untuk beberapa komponen mobil listrik pun akan dihilangkan demi menggenjot penjualan mobil listrik dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.



Masalah polusi ini sudah begitu pelik di India. India merupakan negara ketiga terbesar dunia yang menghasilkan gas rumah kaca. India juga memiliki 14 kota yang disebut sebagai kota-kota paling berpolusi di dunia termasuk New Delhi.

Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman mengatakan setiap pembeli mobil listrik akan mendapatkan pengurangan pajak penghasilan sebesar 150.000 rupee atau sebesar Rp 30 jutaan.

"Melihat basis konsumen yang besar, India ingin melompat dan menjadi pusat global produksi kendaraan listrik," ujarnya.

India menginginkan kendaraan listrik menyumbang 30% dari seluruh penjualan kendaraan penumpang di India pada tahun 2030. Saat ini mobil listrik menyumbang kurang dari 1% dari penjualan kendaraan baru karena kurangnya infrastruktur pengisian daya dan tingginya biaya baterai.



Sitharaman mengatakan pemerintah telah mengusulkan pengurangan pajak barang dan jasa dari 12% menjadi 5% untuk mendorong penjualan. Hal ini dilakukan agar India punya pabrik berskala besar yang memproduksi baterai penyimpanan lithium dan infrastruktur pengisian listrik tenaga surya.

"Pemerintah jelas ingin menciptakan seluruh ekosistem untuk mobilitas-e di negeri ini," kata Associate Director IHS Markit, Puneet Gupta, menanggapi insentif yang diberikan India ini.

Sebagai bagian dari programnya untuk mengurangi polusi di kota-kota, Menteri Keuangan juga mengumumkan bahwa mereka akan mematikan pembangkit listrik yang lama dan tidak efisien dan mencari cara untuk meningkatkan penggunaan listrik berbasis gas alam.

Simak Video "Ultra Compact BEV, Mobil Listrik Imut dengan 2 Penumpang"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com