Sabtu, 29 Jun 2019 10:14 WIB

Bukan MPV 7 Penumpang, yang Laris di Negara Tetangga Justru Mobil Ini

Luthfi Anshori - detikOto
Citycar di Malaysia Foto: Luthfi Anshori/detikOto Citycar di Malaysia Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta - Ada peribahasa mengatakan 'lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya'. Secara sederhana, peribahasa tersebut menjelaskan perbedaan adat dan istiadat satu daerah dengan daerah lain, satu bangsa dengan bangsa lain.

Hal ini ternyata juga berlaku di dunia otomotif, di mana kesukaan suatu bangsa terhadap mobil misalnya, beda satu sama lain. Contoh di Indonesia, konsumennya lebih menyukai mobil MPV 7 penumpang.



Jadi tidak heran jika cukup banyak pilihan MPV 7 penumpang di Indonesia. Dari merek Jepang seperti Avanza, Xenia, Xpander, Mobilio, dan Ertiga, hingga merek Tiongkok seperti Wuling Confero dan Cortez.

Bagaimana dengan kebiasaan konsumen di negara tetangga seperti Malaysia? Nah, ternyata di sini pilihan utamanya bukan MPV 7 penumpang, detikers. Misalkan di kota Kuching, Sarawak, sebagian besar konsumennya lebih suka mobil jenis city car yang punya kapasitas 4 sampai 5 penumpang.

MalaysiaMalaysia Foto: Luthfi Anshori/detikOto


Pantauan detikcom selama dua hari menjelajah Kuching dalam ekspedisi Terios 7 Wonders, minggu lalu, melihat begitu banyak city car 5 penumpang yang dipakai oleh masyarakat di sini.

Beberapa merek mobil yang sering ditemukan yakni Perodua Axia. Mobil tersebut merupakan kembaran Daihatsu Ayla yang dijual di Indonesia. Merek kedua paling sering ditemui di jalan adalah Perodua Myvi, yang dijual di Indonesia dengan label Daihatsu Sirion.

Saat ditanyakan kepada Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, alasan mengapa mobil jenis city car 5 penumpang sangat laris manis di Malaysia, adalah karena faktor budaya.



"Jadi kulturnya beda. Kalau di Indonesia kan ada istilah 'mangan ga mangan kan asal ngumpul'. Jadi kalau beli mobil mereka mikirnya bukan cuma buat pemakaian pribadi. Tapi juga mikir, kalau weekend pasti jalan sama keluarga. Kalau mudik ingin bawa banyak barang dan orang," kata Amel, beberapa waktu lalu.

"Sementara kalau di Malaysia, orangnya lebih realistis. Jadi mobil ya dipakai buat sendiri, buat apa pakai yang gede-gede. Dan mereka juga nggak terlalu mikir tradisi pulang kampung atau mudik seperti kita. Jadi mobil 5 penumpang sudah cukup lah," jelas Amel.

Simak Video "Tung, Truntung, Tung! Komunitas Mobil Truntung Resmi Berdiri"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com