Selasa, 25 Jun 2019 15:00 WIB

Inden Daihatsu Sirion Matik Lama, Mending Beli yang Manual

Luthfi Anshori - detikOto
Daihatsu Sirion Foto: Dina Rayanti Daihatsu Sirion Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Bagi calon konsumen yang ingin meminang Daihatsu Sirion transmisi otomatis sepertinya harus bersabar. Sebab perlu menunggu cukup lama sampai unitnya siap. Menurut Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, Daihatsu Sirion varian matik masih terkendala produksi transmisi otomatis yang dalam antrean panjang.

"Yang panjang (indennya) memang transmisi otomatis. Karena otomatis, pasar di dunia produksinya sama. Nah, di Sirion porsi otomatisnya tinggi, 50:50. Kalau di Xenia itu kan di bawah 10, dan Terios sekitar 25," terang Amel, di Sarawak, Malaysia, beberapa waktu lalu.



"Kalau indennya cukup panjang itu artinya konsumen Sirion otomatis, tapi kalau yang manual umumnya nggak terlalu inden lama. Karena ini mobil CBU, dua minggu harus nunggu dan paling lama satu bulan. Tapi kalau otomatis sama semua, bukan hanya Terios dan Xenia, tapi juga Sirion," lanjut Amel.

Sebagai informasi, Daihatsu Sirion yang dijual di Indonesia merupakan produk CBU yang diimpor dari Perodua Malaysia. Daihatsu Indonesia mendapatkan kuota impor sebanyak 200 unit per bulan untuk mobil jenis city car tersebut.



Dikatakan Daihatsu, Sirion bukan merupakan volume maker di pasar mobil Tanah Air. Dan model tersebut ditujukan sebagai variasi yang bisa memberi konsumen banyak pilihan.

"Sirion bukan volume maker. Misal untuk bulan lalu ya, Sigra terjual 6.000, pikap (Gran Max) kami jual 4.000-an, Xenia 2.500, Terios hampir 2.000, dam Sirion 200 unit. Itu memang angka kecil, tapi kami perlu mobil ini untuk variasi. Kustomer kita itu kan macam-macam, Sirion ini ditujukan buat anak muda," pungkas Amel. (lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com