Selasa, 25 Jun 2019 07:31 WIB

Terios dari Indonesia Jelajah Negara Tetangga

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Luthfi Anshori Foto: Luthfi Anshori
Kuching - Gelaran Terios 7 Wonders edisi Kalimantan, turut menjelajah negara tetangga, Malaysia. Setelah mengunjungi rumah adat Radakng, Tugu Khatulistiwa, dan wisata Water Front di Kuching, Malaysia di hari pertama, Terios juga mengunjungi empat wisata menarik lainnya di Sarawak.

Di samping menawarkan keseruan dalam petualang, Terios 7 Wonders kali ini juga memberi pengalaman menarik. Karena untuk pertama kalinya ekspedisi ini diselenggarakan lintas negara. Maka tak heran jika ada warga atau pengguna kendaraan di Kuching, Malaysia yang tercuri perhatiannya oleh konvoi mobil ini.

Rombongan Terios dari Indonesia Jelajah Negara TetanggaFoto: Luthfi Anshori


Tim Terios 7 Wonders mengunjungi Bako National Park yang berlokasi di kampung Bako. Menurut salah satu pemandu wisata, Salihin, penyebutan Bako berasal dari istilah tanaman bakau atau mangrove.



Sebagai informasi, Bako National Park merupakan taman nasional tertua yang ada di Sarawak. Taman ini dipelihara dan dibuka sejak 1957, dan memiliki sekitar 316 jenis tumbuhan, 22 jenis burung, 24 jenis hewan reptil dan binatang berdarah dingin, serta 57 jenis mamalia.

Dari Kota Kuching menuju Bako National Park ditempuh dengan waktu sekitar satu jam setengah. Untuk rute yang dilalui pun tidak tergolong ekstrem dan didominasi aspal yang mulus.

Dari kampung Bako menuju Bako National Park, para peserta ekspedisi masih harus menggunakan kapal motor, dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Di Bako National Park, peserta bisa menyaksikan spesies monyet dan babi hutan yang masih hidup secara liar.

Selain menghadirkan pesona hutan yang lebat khas pulau Kalimantan, Boko National Park ternyata juga memiliki gugusan batu karang yang indah. Salah satunya adalah cobra head sea stack, yakni bagian batu karang yang terbelah dan membentuk seperti kepala ular kobra.



Selesai dari Boko National Park, perjalanan dilanjutkan ke Semenggoh Nature Reserve. Di sini, tim ekspedisi menjumpai tiga jenis orang utan yang dilindungi karena hampir punah. Di penangkaran ini, ada sekitar 31 orang utan yang dijaga dan dipelihara.

Selanjutnya, perjalanan tim ekspedisi juga menyambangi Toa Pe Kong, yakni sebuah kelenteng tertua di Kuching yang berumur hampir 200 tahun dan sangat populer bagi pemeluk agama Konghucu. Usai dari tempat suci tersebut, para peserta menutup ekspedisi Terios 7 Wonders ini dengan mengunjungi Kuching Statue, yakni kumpulan patung kucing yang menjadi land mark dan identitas kota Kuching.

Rombongan Terios dari Indonesia Jelajah Negara TetanggaFoto: Luthfi Anshori


"Perjalanan kali ini membawa peserta berpetualang menikmati keindahan alam dan wisata di Kuching. Setelah menembus ke perbatasan Sarawak, Malaysia. Nantikan terus keseruan petualangan Terios 7 Wonders berikutnya," terang Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra.

Setelah Bengkulu dan Kalimantan, Terios 7 Wonders tahun 2019, rencananya kembali digelar di akhir tahun ini dengan mengambil lokasi di Kolaka, Sulawesi Utara. (lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed