Selasa, 18 Jun 2019 08:52 WIB

Donald Trump Diminta Bebaskan Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn

Rizki Pratama - detikOto
Carlos Ghosn. Foto: Reuters/Regis Duvignau/File Photo Carlos Ghosn. Foto: Reuters/Regis Duvignau/File Photo
Jakarta - Istri mantan bos Nissan, Carlos Ghosn mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengangkat kasus suaminya kepada Perdana Menteri Jepang pada puncak Pertemuan Pimpinan Negara bulan ini.

"Saya ingin Presiden Trump berbicara kepada Perdana Menteri Abe untuk keadilan, masa penahanan yang adil dan berikan saya kesempatan berbicara dengan suami saya lagi serta hargai pengakuan tidak bersalahnya hingga nanti benar-benar terbukti salah," ujar istri Carlos Ghosn, Carole Ghosn kepada BBC.


Pertemuan para pemimpin negara yang tergabung dalam G20 ini akan diselenggarakan di kota Osaka, Jepang 28-29 Juni mendatang.

Carlos Ghosn sendiri saat ini masih berada dalam tahanan Jaksa Jepang dan melewati berbagai interogasi yang dianggap telah melanggar hak asasi manusia. Sebelumnya Ghosn sempat diberikan kelonggaran untuk dibebaskan sementara hingga persidangan dengan berbagai syarat namun dilanggar dan harus kembali mendekam di tahanan.

Ghosn tidak diizinkan lagi berkomunikasi dengan istrinya sejak 4 April 2019 lalu oleh Kejaksaan Jepang. "Salah satu syarat bebas sementara mereka adalah larangan berbicara kepada saya, yang mana itu tidak manusiawi," tambah Carole.

Wanita ini juga menambahkan bahwa suaminya sama sekali tidak bermasalah. Selain itu masalah seperti harusnya bisa diselesaikan secara internal oleh perusahaan.

"Semua ini harusnya bisa diselesaikan oleh internal perusahaan ini. Harusnya ini tidak menjadi berkepanjangan seperti ini dan terlepas dari itu semua suami saya tidak bersalah dan waktu akan memberikan jawabannya," tukas Carole.


Sebelum memohon pada Trump, Carole juga sempat meminta bantuan pada Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Namun sejauh ini tidak ada tanggapan dari pemerintah Prancis menyikapi salah satu warga negaranya yang terpaut kasus di Jepang.

Carlos Ghosn ditangkap pada 19 November 2018 lalu atas dugaan manipulasi nilai pendapatannya selama menjadi pemimpin Nissan. Ia juga dituduh melakukan pengkhianatan terhadap perusahaan Jepang itu dan sampai saat ini Ghosn membantah setiap tuduhan yang diarahkan padanya. (rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com