Senin, 10 Jun 2019 10:41 WIB

Mobil Listrik Jadi Mobil Bekas Terlaris di Eropa

- detikOto
Nissan LEAF Foto: Dikhy Sasra Nissan LEAF Foto: Dikhy Sasra
Madrid - Mobil-mobil listrik semakin menjadi pilihan bagi masyarakat Eropa seiring makin ketatnya aturan emisi di beberapa kota di Eropa. Mobil listrik pun sekarang tak hanya mobil barunya yang laris, pasar mobil bekasnya juga menjadi bergairah.

Menurut Divisional General Manager of Marketing Communications, Connected Car Services, Customer Experience Nissan Europe Gareth Dunsmore, penjualan mobil listrik bekas sudah mengalahkan penjualan mobil bekas konvensional.



"Beberapa tahun lalu, tidak ada orang yang menyentuh mobil bekas listrik. Mereka mengira itu adalah barang jelek dan membuangnya ke tempat sampah, tapi sekarang di London, lebih banyak mobil listrik Nissan LEAF bekas di Inggris dalam 2 bulan terakhir," ujarnya saat ditemui di Madrid, Spanyol, beberapa waktu lalu.

Agar mobil listrik bisa mudah beredar di jalanan, Nissan sudah menyiapkan dana 50 juta euro untuk membangun fasilitas pengisian baterai listrik. "Anda sebutkan saja mau nyetir ke mana, ke Inggris, Latvia, bakal ada stasiun pengisian baterai listrik di sana," ujarnya.

Di Eropa Nissan lebih banyak menjual mobil listrik. Negara Norwegia merupakan negara yang paling ramah dengan mobil listrik. Selain itu untuk lebih memudahkan konsumen menjelajah ke mana saja, Nissan sudah menyiapkan LEAF dengan baterai yang lebih bertenaga Nissan LEAF e+ yang memiliki baterai berkapasitas 60 kWh, lebih besar 40 persen dari baterai LEAF konvensional.



Dengan demikian Nissan berharap pada tahun 2022 sebanyak 42 persen armadanya merupakan mobil-mobil yang sudah mengalami elektrifikasi. (ddn/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com