Senin, 10 Jun 2019 08:50 WIB

Info Baru Nih, Baterai Mobil Listrik Lebih Awet dari Mobilnya Sendiri

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Colokan baterai mobil Nissan LEAF ada di bagian moncong mobil Foto: Nissan Colokan baterai mobil Nissan LEAF ada di bagian moncong mobil Foto: Nissan
Madrid - Selama ini banyak orang yang mengkhawatirkan baterai mobil listrik. Baterai dianggap seperti baterai handphone yang bisa cepat habis kapasitasnya atau gampang ngedrop. Tapi informasi terbaru disajikan oleh Nissan, ternyata baterai malah lebih awet dari mobilnya itu sendiri!

Hal tersebut disampaikan oleh Managing Director Renault-Nissan Energy Services Nissan Europe Francisco Carranza dalam pertemuan dengan beberapa wartawan termasuk wartawan detikcom, Dadan Kuswaraharja di Madrid, Spanyol, beberapa waktu lalu.



"Mobil-mobil di Eropa pada umumnya berumur 10-13 tahun. Baterai mobil listrik bisa lebih awet umurnya, kita bisa menggunakan baterainya dalam waktu 10 tahun lebih lama," ujarnya.

Hal ini bisa terjadi karena baterai mobil listrik bisa didaur ulang menjadi baterai untuk keperluan lain, bukan untuk baterai mobil saja. Bisa menjadi pengganti generator atau genset berbahan bakar diesel. Dengan demikian baterai memiliki yang Carranza sebut sebagai kehidupan kedua atau second life.

Nissan sendiri sudah menjual 400.000 mobil listrik Nissan LEAF di seluruh dunia. Dari LEAF yang sudah beredar itu, Nissan memperoleh data soal baterainya, dan mereka yakin baterai lebih tahan lama dari mobilnya.



"Kami akan mengambil baterai dari mobil listrik, dan dengan demikian baterai akan berumur 10 tahun lebih lama dari mobil," ujarnya.

Jadi dengan mobil listrik, Nissan tidak hanya mengubah daya penggeraknya kendaraan roda empat tapi juga mengubah ekosistemnya. Nissan LEAF menjadi mobil listrik terlaris di dunia. Mobil pun menjadi mobil listrik nomor satu di Eropa. Sementara di Norwegia mobil LEAF menjadi yang terlaris di semua segmen kendaraan.



"Mobil listrik selalu menjadi nomor satu di Norwegia, karena negara ini punya insentif, bukan hanya dari sisi keuangan tapi mobil listrik juga dimanjakan. Bisa digunakan di jalur bus, jadi lebih mudah buat pengguna mobil listrik. PDB-nya juga tinggi, jadi bisa beli mobil listrik," ujarnya.

Di Eropa mobil listrik perawatannya lebih murah. Untuk mengisi baterainya saja, disebutkan hanya butuh 2 euro untuk sejauh 160 km. Bayangkan jika dikonversi ke rupiah hampir 32 ribu rupiah untuk 160 km! Lebih murah dari mobil BBM ya. (ddn/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed