Jumat, 31 Mei 2019 04:44 WIB

Mobil Tercepat Ferrari Kini Bermesin Hybrid

Rizki Pratama - detikOto
Ferrari Hybrid bernama SF90 Stradale Foto: Pool (Motoring) Ferrari Hybrid bernama SF90 Stradale Foto: Pool (Motoring)
Jakarta - Mobil tercepat Ferrari tidak lagi bermesin V12, melainkan bermesin plug-in hybrid dengan mesin V8 dan jarak tempuh hybridnya hanya 25 km. Ferrari Hybrid bernama SF90 Stradale itu menawarkan 1000 tenaga kuda dan dikabarkan mampu mencapai kecepatan 100kpj dalam 1,8 detik saja.

Namun, angka yang paling mengejutkan adalah waktu mobil tersebut melaju dari 0 hingga 200kpj hanya 6,7 detik. Kemampuan ini melampaui Ferrari 488 GTB yang membutuhkan 8,3 detik untuk mencapai 200kpj, La Ferrari 7 detik, dan McLaren P1 di angka 6.9 detik.



Menariknya lagi model ini tidak terjual terbatas seperti hypercar kebanyakan. Mobil produksi ini akan menerima pesanan berapapun jumlah permintaannya selama anda mau merogoh kocek paling tidak USD 1 juta atau sekitar Rp 14 miliar.

Perancangnya, Flavio Manzoni menggambarkan mobil ini merupakan gabungan antara mobil balap dengan pesawat luar angkasa yang dibalut dengan bahan serat karbon dan logam.

Ferrari Hybrid bernama SF90 StradaleFerrari Hybrid bernama SF90 Stradale Foto: Pool (Motoring)


SF90 Stradale lebih modern daripada Ferrari lainnya, dengan lampu DRL yang ramping dan lampu belakang baru seperti Corvette. Nuansa pesawat luar angkasa semakin terasa dengan pipa knalpot di tengah dan diffuser yang mencolok.



Ferrari mengklaim SF90 Stradale berisi begitu banyak inovasi termasuk cluster digital 16 inci dunia pertama yang berada di depan pengemudi dengan bentuk unik melengkung. Interiornya didesain fungsional, futuristik dan indah. Salah satu yang paling menarik adalah sakelar pusat di mana Anda dapat mengubah transmisi dari otomatis ke manual atau menggunakan gigi mundur yang dirancang terlihat seperti manual berpola H dari mobil super jadul.

Fitur lain berada dari bagian belakang yang tidak menggunakan spoiler konvensional sehingga memberikan bentuk bagian belakang yang lebih rapi. Desain seperti ini juga untuk mendukung fitur aero dinamis aktif yang disebutnya shut-off Gurney atau lebih dikenal DRS (Drag Reduction System) di kalangan penggemar F1. Hasilnya adalah peningkatan aero pada saat menikung lebih cepat dengan downforce 390kg pada 250 km / jam. (rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com