Selasa, 28 Mei 2019 13:18 WIB

Ada Pemilu dan Demo, Penjualan Mobil Diprediksi Mandek

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Nissan Livina. Foto: PT Nissan Motor Indonesia Nissan Livina. Foto: PT Nissan Motor Indonesia
Jakarta - Situasi politik di tahun 2019 ini turut berdampak pada industri otomotif. Penjualan mobil turun, salah satu penyebabnya adalah gejolak kondisi politik di Indonesia.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil dari pabrik ke diler selama Januari-April 2019 turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunannya bahkan mencapai 14,3 persen dari 394.289 unit menjadi 337.892 unit Januari-April 2019.

Begitu juga penjualan pada bulan April 2019. Jika dibandingkan dengan April 2018, penjualannya turun 18,229 persen. April 2018 penjualan mobil mencapai 102.258 unit, tapi April 2019 menjadi hanya 84.029 unit.



Melambatnya pertumbuhan industri otomotif selama empat bulan pertama ini diprediksi PT Nissan Motor Indonesia (NMI) berlanjut pada Mei 2019. Apalagi, bulan kelima ini juga terdapat gejolak situasi politik.

"Kami memperkirakan Mei 2019 juga lebih lambat, bisa dilihat dari situasinya. Apalagi ada kondisi pemilihan presiden, juga demonstrasi di Jakarta. Menurut saya hal itu memicu melambatnya performa pasar otomotif," ujar Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi dalam acara buka puasa bersama media, Senin (27/5/2019) semalam.

Namun, kata Sekiguchi, Nissan punya senjata andalan baru yang meluncur awal tahun 2019. Adalah all new Nissan Livina berbasis Xpander yang menjadi penolong Nissan.



"Distribusi Livina efektif baru mulai Maret, jadi beberapa penjualan di bulan Maret, beberapa di April yang saat itu market lagi melambat. Di bulan Mei, kami banyak aktivitas di mal. Jadi lihat marketnya setelah lebaran dan GIIAS yang Gaikindo bilang penjualan akan pulih," kata Sekiguchi.

Sementara itu, menurut Sekiguchi, Nissan punya tantangan tersendiri setelah hadirnya Livina, Terra dan Serena terbaru, yaitu meningkatkan brand awareness. Apalagi, Nissan sempat puasa mobil baru. Sebelum Terra meluncur pada Desember, Nissan Indonesia puasa mobil baru selama hampir empat tahun.

"Terakhir peluncuran X-Trail tahun 2014. Tahun 2015 tidak ada, 2016 tidak ada, 2017 tidak ada, 2018 hampir tidak ada sampai akhirnya kami meluncurkan Terra yang dijual Desember. Jadi hampir empat tahun Nissan tidak punya produk baru, ini tidak mudah mengingatkan kepada masyarakat bahwa Nissan sekarang punya mobil-mobil baru di Indonesia. Tugas kami adalah meningkatkan merek Nissan supaya lebih dikenal masyarakat," ujar Sekiguchi. (rgr/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com