Minggu, 26 Mei 2019 12:41 WIB

Xpedisi Xpander, Kemewahan Jalur Mudik di Selatan Pulau Jawa

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Luthfi Anshori Foto: Luthfi Anshori
Tasikmalaya - Tim Xpedisi Xpander 2.000 Km Jawa sudah memasuki hari keempat. Kali ini rute yang ditempuh adalah Yogyakarta menuju Tasikmalaya. Tentunya rute masih melewati jalan umum non-tol.

Dari kota pelajar, kami memulai perjalanan menuju selatan. Melewati daerah Wates dan bandara internasional Yogyakarta yang baru di Kulonprogo. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan Daendels yang masuk jalur pantai selatan (Pansela).



Pantauan kami pada Sabtu (25/5/2019) kemarin, situasi jalanan sepanjang rute Yogyakarta menuju Tasikmalaya terlihat cukup lengang dan belum ada kemacetan panjang.

Xpedisi Xpander, Kemewahan Jalur Mudik di Selatan Pulau JawaFoto: Luthfi Anshori


Di samping itu, kondisi jalan yang dilalui pun cukup halus dan tidak ditemui banyak lubang atau perbaikan jalan. Perbaikan jalan hanya dijumpai di salah satu titik di jalan Karang Gayam, Kebumen.

Jika nanti detikers merencanakan mudik dari Tasikmalaya menuju Yogyakarta atau sebaliknya, perlu waspadai titik kemacetan di Taman Kreasi Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.



Dari Yogyakarta menuju Tasikmalaya, kami melewati beberapa kota/kabupaten seperti Purworejo-Kebumen-Cilacap-Ciamis, dengan total jarak tempuh 301 km. Kami sendiri tidak melalui pusat kotanya, dan memilih jalur Daendels atau Pansela sebagai rute alternatif.

Meski rute alternatif, jalan Daendels yang kami lewati ternyata cukup mengasyikkan. Kondisi aspalnya cukup halus, meskipun jalannya tidak terlalu lebar. Jalan Daendels sendiri memiliki kemewahan yang tidak ada di tol Trans Jawa maupun jalur Pantura.

Kemewahan itu berupa pemandangan alam yang memanjakan mata dan menyegarkan pikiran. Beberapa kali mobil Xpander kami melewati jembatan yang di bawahnya mengalir sungai-sungai yang airnya menuju ke arah laut Selatan Jawa.

Xpedisi Xpander, Kemewahan Jalur Mudik di Selatan Pulau JawaFoto: Luthfi Anshori


Kami juga sempat menyaksikan proses terbenamnya sang surya yang perlahan menghilang di balik perbukitan. Panorama pedesaan juga menjadi sajian utama di jalan Daendels ini. Permukiman yang tidak terlalu padat dan areal persawahan yang tertata rapi jadi lanskap yang menarik untuk dinikmati.

Jadi bagi detikers yang ingin mudik dari Jakarta menuju Yogyakarta atau ke Jawa Timur, jalan Daendels ini bisa jadi salah satu rute yang wajib dilalui, jika detikers ingin menghindari kemacetan di jalur utama dan kejemuan ketika merapah tol Trans Jawa. (lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com