Jumat, 17 Mei 2019 21:07 WIB

Posisi Baterai Taksi Listrik di Bawah, Sopir Lebih Hati-hati

Ridwan Arifin - detikOto
Taksi listrik Foto: Agung Pambudhy Taksi listrik Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Blue Bird Tbk menghadirkan BYD e6 sebagai armada taksi reguler. Mobil bergenre Compact Crossover brand asal China ini terbilang masih asing di telinga masyarakat Indonesia.

Namun sebenarnya brand ini memang ssudah lebih dulu mampir di beberapa negara seperti London, China, Brazil dan Thailand sebagai armada taksi. Pun bicara soal ketangguhannya, tidak bisa dianggap sebelah mata.



Kebetulan detikoto berkesempatan untuk mencicipi BYD e6 untuk merasakannya di jalan raya Jakarta. Sang sopir menceritakan, salah satu tantangan dalam mengendarai BYD ini ketimbang membawa mobil konvensional adalah ketika melewati tanggul.

Sebab kekhawatirannya bakal merusak baterai yang letaknya ada di bawah lantai mobil sehingga membuat sang sopir lebih berhati-hati lagi.

"Pengoperasian sebenarnya sederhana ya, ini kan matic, hanya saat melewati tanggul yang agak tinggi kita pelan-pelan karena posisi baterai ada di bawah," ujar sang sopir, Jumat (17/05/2019).



Berhubungan dengan hal tersebut, sopir yang mendapat kesempatan untuk mengendarai mobil ini dipilih berdasarkan performa kerja yang baik. "Tidak sembarangan mas, no laporan laka, no complaint, makanya kita bawanya hati-hati," ujar Sang Sopir.

Bagi yang hendak menjajalnya diharapkan bersabar sebab taksi listrik ini resmi bisa konsumsi publik pada bulan Mei 2019 mendatang. Menyoal tarif pun saat peluncuran sempat disinggung bahwa tidak ada perbedaan dengan taksi konvensional. Untuk tarif regular bird, buka pintu Rp 6.500 dan biaya per km Rp 4.100. (riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed